Breaking News:

Virus Corona

Peneliti Inggris Ungkap Mengapa Corona di Eropa Lebih Cepat, Singgung Lonjakan Kematian di Jakarta

Namun, penyebaran Virus Corona di dunia tampak terjadi lebih cepat dan banyak di negara-negara Eropa dibanding Asia

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Atri Wahyu Mukti
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Sejumlah petugas memakamkan jenazah pasien positif Covid-19 dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan menggunakan alat berat di TPU Keputih, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (17/4/2020). Dari data yang dirilis Gugus Tugas Covid-19 Kota Surabaya per Jumat (17/4) pukul 04.00 WIB, pasien positif terpapar Covid-19 sebanyak 246 orang dengan korban meninggal sebanyak 24 orang dan pasien sembuh sebanyak 43 orang. 

Hingga Jumat, kasus Virus Corona di negara persemakmuran Inggris tersebut masih sekitar 16 ribu lebih kasus.

Meski demikian, Stanley menegaskan sekali lagi bahwa pandemi Virus Corona ini masih baru dimulai.

Viral ODP Corona Bandel akan Dikarantina di Rumah Angker, Kades: Ada yang Diperlihatkan Penunggu

Sehingga, akan muncul kemungkinan-kemungkinan baru lainnya.

Ia menegaskan tingkat visabilitas (tampak nyata) di Eropa dengan banyaknya pengujian membuat benua ini memiliki kasus konfirmasi positif Virus Corona jauh lebih banyak.

"Kesimpulannya, kita masih berada di titik awal pandemi, dan banyak pertanyaan tidak akan diselesaikan sampai bertahun-tahun di masa depan."

"Ada alasan untuk meyakini bahwa virus korona mungkin menyebar lebih cepat di Eropa, tetapi juga bukti kuat bahwa ini mungkin disebabkan sebagian besar karena visibilitas kasus yang lebih besar di negara-negara Eropa," jelasnya.

Peneliti lulusan University of Oxford ini menambahkan agar masyarakat untuk tetap menjaga jarak aman serta mematuhi saran medis seperti phisycal distancing untuk mengurangi risiko penularan.

Apalagi, Virus Corona bisa menyebar ke negara manapun.

"Ingatlah untuk tetap aman, dan ikuti saran medis saat ini untuk mengurangi risiko infeksi untuk Anda dan keluarga Anda," imbaunya.(TribunWow.com/Mariah Gipty)

 

Tags:
Virus CoronaCovid-19EropaChina
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved