Virus Corona
Peneliti Inggris Ungkap Mengapa Corona di Eropa Lebih Cepat, Singgung Lonjakan Kematian di Jakarta
Namun, penyebaran Virus Corona di dunia tampak terjadi lebih cepat dan banyak di negara-negara Eropa dibanding Asia
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Atri Wahyu Mukti
Stanley menjelaskan bahwa tingkat pengujian di negara-negara Eropa lebih banyak dibanding negara-negara Asia, termasuk Indonesia.
"Di Asia, rata-rata tingkat pengujian lebih rendah daripada rata-rata Eropa per kapita," ucapnya.
Peneliti 25 tahun ini lantas menyinggung soal melonjaknya kasus kematian misterius di Jakarta dengan protokol Covid-19.
Sehingga memunculkan dugaan sudah banyak orang terkena Virus Corona namun belum terdeteksi.
"Lonjakan penguburan baru-baru ini di Jakarta, misalnya, telah banyak dibahas sebagai indikator peningkatan kematian yang disebabkan oleh beberapa orang karena penyebaran virus Corona yang tidak terdeteksi."
"Untuk saat ini, visibilitas dikaitkan dengan tingkat pengujian yang diterapkan suatu negara, dan persentase kasus yang mengakibatkan rawat inap atau kematian," jelasnya.

Lalu, cepat atau lambatnya penyebaran Virus Corona bisa terjadi karena berbagai faktor seperti polusi udara, kebiasaan sosial hingga intesitas menggunakan masker dan lain-lain.
Namun faktor usia adalah hal yang sering membuat seseorang mudah terjangkit.
• Pakar Sebut PSBB Tak Bisa Putus Mata Rantai Virus Corona: Untuk Tenaga Medis Menarik Napas
Lansia yang terkena Virus Corona biasanya akan terlihat gejalanya hingga harus dirawat dan bahkan menyebabkan kematian.
Pria yang bekerja di pengembangan teknologi kesehatan ini mengatakan bahwa rata-rata populasi orang tua di Eropa lebih banya dibanding Asia.
Sehingga, hal ini bisa menjadi faktor mengapa penyebaran Virus Corona di Eropa jauh lebih terlihat dibanding Asia.
"Lalu ada sejumlah faktor perancu yang mungkin mempengaruhi tingkat keparahan infeksi. Ini termasuk paparan polusi udara, merokok, kebiasaan sosial, kecenderungan memakai masker, dan banyak lagi."
"Namun, yang paling mempengaruhi adalah usia. Covid-19 memiliki tingkat mortalitas yang berbeda dengan mayoritas kematian pada mereka yang berusia di atas atau sekitar 60 tahun."
"Sehingga dampaknya, dan penyebaran penyakit yang terlihat (terdeteksi sebagai rawat inap dan kematian) cenderung lebih tinggi di Eropa daripada sebagian besar Asia hanya untuk fakta bahwa Eropa rata-rata adalah populasi yang jauh lebih tua," jelas Stanley.
Hal ini juga terlihat di mana negara Irlandia dengan populasi banyak orang muda tidak mengalami kasus Virus Corona separah negara-negara Eropa lain yang secara geografis dengan negara tersebut.