Virus Corona
Dikarantina di Rumah Angker, Seorang Warga Sragen Mengaku Jera Melanggar: Anak Saya Nangis Terus
Heri Susanto, seorang warga yang dikarantina di rumah angker di Sragen, Jawa Tengah, mengaku jera telah melanggar aturan isolasi mandiri.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Heri Susanto, seorang warga yang dikarantina di rumah angker di Sragen, Jawa Tengah, mengaku jera telah melanggar aturan isolasi mandiri.
Pemerintah kabupaten Sragen, diketahui telah menyiapkan sebuah rumah kosong untuk ruang karantina bagi pemudik atau orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 yang tidak tertib.
Rumah tersebut satu di antaranya terletak di Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen.
Lokasi itu sengaja dipilih karena dipercaya angker oleh penduduk setempat, sehingga diharapkan bisa memberi efek jera untuk pelaku pelanggaran.
• Jokowi Larang Mudik, Pesawat Komersil Tak Layani Penerbangan Mulai 24 April Hingga 1 Juni 2020
Dilansir KompasTV, Jumat (24/4/2020), Heri Susanto, yang dikarantina di rumah tersebut merasa agak takut tinggal di rumah kosong tersebut.
Namun ia mengaku pasrah karena sudah menyadari kesalahannya yang melanggar protokol kesehatan pemerintah.
"Agak takut juga sih, tapi cuma ya saya ikhlas aja," ujar Heri.
"Alhamdulilah nggak ada apa-apa," sambungnya.
Saat ditanya mengenai kejadian yang pernah dialami saat tinggal di rumah tersebut, Heri menuturkan tidak mengalami gangguan berarti selama berada disana.
"Ya cuma gambaran aja, tapi insyaAllah nggak ada," tutur Heri.
Saat ini, Heri hanya tinggal sendirian di rumah tersebut karena sejumlah orang yang dikarantina telah kembali ke rumahnya masing-masing.
"Dulu kan bisa ngobrol-ngobrol, sekarang cuma temennya itu hp sama liat-liat YouTube," terang Heri.
• Di Sragen, 8 ODP Virus Corona Dibully Tetangga, Tolak Diperiksa Tim Medis di Rumah, Pilih Datangi RS
Ketika ditanya apakah dirinya jera setelah di tempatkan di rumah angker tersebut, sambil tertawa Heri mengaku sudah kapok.
Pria yang saat ditemui memakai masker dan tutup kepala tersebut mengatakan bahwa anaknya di rumah terus menangis diduga karena sedih berpisah dengan sang ayah.
"Ya kapoklah, anak saya nangis terus," pungkas Heri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/rumah-angker-di-sragen-yang-digunakan-untuk-mengkarantina-warga.jpg)