Breaking News:

Virus Corona

Evaluasi 13 Hari PSBB DKI Jakarta, Pengamat Kebijakan Publik Soroti Aturan dan Ketegasan Aparat

Pengamat Kebijakan Publik, Yogi Suprayogi menyinggung ketegasan aturan dan aparat terkait PSBB di wilayah DKI Jakarta.

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Rekarinta Vintoko
Capture YouTube iNews
Pengamat Kebijakan Publik UNPAD, Yogi Suprayogi menyinggung ketegasan aturan dan aparat terkait pembatasan sosial berskala bersar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta. 

TRIBUNWOW.COM - Pengamat Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran (UNPAD), Yogi Suprayogi menyinggung ketegasan aturan dan aparat terkait pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta.

Dikutip TribunWow.com, PSBB di Jakarta sebelumnya direncanakan berakhir pada Kamis (23/4/2020) setelah berlangsung selama dua pekan sejak Jumat (10/4/2020).

Namun melihat tingkat penularan yang masih tinggi dan masyarakat yang masih kurang disiplin Pemprov DKI Jakarta akhirnya memperpanjang masa PSBB tersebut.

Pengamat Kebijakan Publik UNPAD, Yogi Suprayogi menyinggung ketegasan aturan dan aparat terkait pembatasan sosial berskala bersar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta.
Pengamat Kebijakan Publik UNPAD, Yogi Suprayogi menyinggung ketegasan aturan dan aparat terkait pembatasan sosial berskala bersar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta. (Capture YouTube iNews)

Sembuh dari Virus Corona, Ratri Anindyajati Jadi Pendonor Plasma Darah: Yakin Ini Bisa Berguna

Mengevaluasi 13 hari penerapan PSBB di ibukota, Yogi Suprayogi menyoroti masih ada sejumlah titik yang kerap menjadi pusat kerumunan masyarakat.

Padahal, hal tersebut mestinya dicegah untuk meminimalisir penularan yang semakin meningkat.

"Kalau saya pantau dari berbagai media masih ada titik-titik penumpukan masyarakat, jadi kemarin viral juga di media sosial pasar masih berfungsi dengan baik," ujar Yogi dikutip dari kanal YouTube INews, Rabu (22/4/2020).

Dengan masih kurangnya kedisiplinan yang terjadi di DKI Jakarta, hal tersebut bisa dijadikan pelajaran bagi daerah lain yang telah dan akan menjalankan PSBB di wilayahnya.

Yogi tampak menyayangkan masih banyaknya masyarakat yang kurang peduli dengan persoalan Virus Corona.

Oleh karenanya, mereka masih menganggap PSBB sama seperti hari-hari biasa.

"Ini menjadi pelajaran bagi daerah lain yang baik bagi daerah-daerah yang sedang dan akan mengajukan PSBB," kata Yogi.

"Salah satunya adalah masalah penegakan kedisiplinan, jadi kalau melihat kedisiplinan ini masyarakat kita juga masih belum semua aware dengan persoalan ini sehingga mereka masih menganggap ini seperti hari rutin biasa," tambahnya.

Cara Tetap Aman Bersepeda di Tengah Wabah Corona, Dokter Ingatkan untuk Selalu Kenakan Masker

Bahayakah Berpuasa di Bulan Ramadan saat Pandemi Virus Corona? Ini Penjelasan Ahli Penyakit Menular

Lebih lanjut, Yogi juga menyarankan agar selanjutnya ada penegakan kedisiplinan lebih tegas.

Menurutnya, imbauan yang dilakukan oleh aparat tidak cukum membuat masyarakat untuk disiplin dan tidak begitu memberi dampak apapun.

Oleh karena itu, harus ada ketegasan dari aparat untuk menindak tegas tindakan yang masih menyepelekan PSBB.

Hal tersebut tentunya juga harus diiringi dengan kebijakan pemerintah yang diberlakukan.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Virus CoronaCovid-19JakartaPSBBAnies BaswedanYogi Suprayogi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved