Virus Corona
Bahas Corona di ILC, Fuad Bawazier Singgung Peran Luhut hingga Sri Mulyani: Kayak Kabinet Kaki Tiga
Mantan Menteri Keuangan (Menkeu), Fuad Bawazier secara gamblang mengungkap pendapatnya soal peran menteri dalam penanganan wabah Virus Corona.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Jika kedua syarat itu berhasil dipenuhi, Fuad yakin pemerintah bakal berhasil mengembalikan kondisi ekonomi seperti semula.
"Ini bisa diatasi, yakin betul. Karena kalau pemerintah itu kuasa, kuat dan mengatasi, tidak ada yang sulit," terangnya.
"Ini saya katakan, saya berani ngomong tidak terlalu sulit kalau tidak punya kepentingan, tidak ada konflik apa aja."
Simak video berikut menit ke-12.24:
Kritikan Rizal Ramli
Pada kesempatan itu, sebelumnya Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin), Rizal Ramli terang-terangan mengkritik kondisi ekonomi Indonesia setelah dilanda wabah Virus Corona.
Dilansir TribunWow.com, Rizal Ramli mengatakan wabah Virus Corona dimanfaatkan pemerintah untuk kembali mengambil utang yang jauh lebih besar.
Padahal menurut dia, perekonomian negara bahkan sudah bermasalah sejak sebelum Virus Corona melanda.
• Ganjar Pranowo Beberkan Data Pemudik di Jawa Tengah saat Pandemi Corona: Jalur Darat Lebih Banyak
Pada kesempatan itu, mulanya Rizal Ramli menuding pemerintah menyewa jasa buzzer untuk menyelesaikan masalah Virus Corona.
"Kita nyewa buzzer jumlahnya cukup besar, bayangin masalahnya Corona, masalah kesehatan yang disewa buzzer," ucap Rizal Ramli.
"Ini pemerintah pikir dia bisa menyelesaikan masalah misinformasi dari buzzer."
Lantas, Rizal Ramli pun menyinggung adanya rasa pesimis yang dirasakan oleh seorang pejabat terhadap kondisi ekonomi negara.
Padahal, menurutnya sang pejabat mulanya sanggat percaya diri mengatakan tak ada dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh wabah Virus Corona.
"Ada juga pejabat yang tadinya super optimis kalau lihat pernyataannya, ekonomi Indonesia bagus, stabil, begini begitu," jelas Rizal Ramli.
"Tiba-tiba over night akhir Maret berubah menjadi super pesimis bahwa ekonomi Indonesia gara-gara Corona seolah-olah yang disalahkan hanya Corona."