Breaking News:

Virus Corona

50 Santri Asal Malaysia Positif Virus Corona, Ponpes Al-Fatah Magetan Ganti Nampan dengan Piring

50 santri asal Malaysia yang positif Virus Corona membuat Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah di Temboro, Magetan, melakukan social distancing.

Editor: Lailatun Niqmah
kkp.go.id
Ilustrasi Cara makan bersama yang lazim ditemui disejumlah pondok pesantren. Terbaru, Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro Magetan melakukan protokol social distancing setelah adanya lebih dari 50 santri asal Malaysia yang positif Virus Corona. 

"Di pesantren diimbau tidak melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berpotensi terjadi penularan seperti kumpul-kumpul, pengajian massal, diminta tidak dilaksanakan," ujarnya.

Ia mengatakan para penyuluh agama hingga pemerintah daerah perlu bekerja sama mengawasi kegaitan di ponpes yang ada.

"Pengawasan kita lakukan bersama-sama, Kemenag dan jajarannya juga pemda dengan tim Covid-19 bersinergi secara maksimal karena ini kesadaran kolektif untuk memerangi Covid 19," ujarnya.

Menurut data Kemenag, ada lebih dari 27.000 ponpes di seluruh Indonesia dengan lebih dari empat juta santri.

'Masih berkegiatan'

Pondok pesatren Adz-Dzikro di Bandung, Jawa Barat, masih berkegiatan normal, meski sejumlah santrinya sudah pulang ke rumah masing-masing, ujar pengurus ponpes itu, Deden Syamsul.

Sebanyak 31 dari 42 santri yang ada masih mondok di pesantren itu. Beberapa karena alasan biaya, ujar Deden.

Meski begitu, Deden meyakini akan lebih aman ketika para santri tetap berada di pesantren karena ia sudah menetapkan para santri tidak diizinkan keluar pesantren.

"Kami memilih santri tidak dipulangkan karena lebih terkontrol, mereka nggak boleh keluar... Kami juga meminta orang luar tidak berinteraksi dengan para santri," ujarnya.

Kisah Parama Pradana Suteja, Pemuda Solo Diterima di 11 Universitas di AS, Terinspirasi Maudy Ayunda

Madrasah yang ada di kawasan pesantren itu sudah tutup, sehingga para santri tetap bisa berkegiatan dalam gedung pesantren, ujarnya.

Kegiatan pesantren pun berjalan seperti biasa.

"Setiap salat kami berjamaah, sehabis berjamaah kami zikir, kemudian mengaji. Sehari itu ada lima jadwal belajar dan itu jalan, tidak libur."

"Tidak ada perubahan walaupun dalam masa wabah in. Malah anak-anak lebih serius belajarnya karena nggak diganggu harus sekolah dan lain-lain," katanya.

Ia mengatakan pihaknya tidak menerapkan pembatasan sosial atau social distancing di dalam kompleks pesantren.

"Tidak diterapkan karena beluma ada tanda-tanda (Covid-19 pada santri), seperti misalnya demam, batuk, itu nggak ada di anak-anak. Sampai hari ini yang saya simpulkan nggak ada gejala-gejala itu," kata Deden.

Halaman
123
Sumber: BBC Indonesia
Tags:
Virus CoronaCovid-19MagetanPondok PesantrenSantri
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved