Breaking News:

Virus Corona

50 Santri Asal Malaysia Positif Virus Corona, Ponpes Al-Fatah Magetan Ganti Nampan dengan Piring

50 santri asal Malaysia yang positif Virus Corona membuat Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah di Temboro, Magetan, melakukan social distancing.

Editor: Lailatun Niqmah
kkp.go.id
Ilustrasi Cara makan bersama yang lazim ditemui disejumlah pondok pesantren. Terbaru, Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro Magetan melakukan protokol social distancing setelah adanya lebih dari 50 santri asal Malaysia yang positif Virus Corona. 

TRIBUNWOW.COM - Adanya lebih dari 50 santri asal Malaysia yang positif Virus Corona membuat Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah di Temboro, Magetan, Jawa Timur melakukan social distancing.

Wilayah pondok juga telah diisolasi demi mencegah meluasnya penyebaran Virus Corona.

Rapid test terhadap santri yang kontak dekat dengan pasien positif Virus Corona juga telah dilakukan.

Viral 2 Dokter di Wuhan yang Positif Virus Corona Kulitnya Berubah Jadi Hitam, In Penyebabnya

Dilansir BBC, Selasa (21/4/2020), hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Magetan, Saif Muchlisun.

"Yang biasanya keluar untuk Jamaah Tabligh dihentikan. Makan [bersama], yang biasanya dengan nampan ala pondok karena ada Covid-19 ini, sudah diantisipasi dengan memakai piring," ujar Saif.

"Santri-santri dari wilayah Magetan dan sekitarnya sudah diliburkan, pulang ke wilayah masing-masing. Pengajian pun sudah dihentikan."

Ia mengatakan pihaknya tengah melacak asal penyebaran Virus Corona di ponpes itu, yang sebelumnya dihuni 22.000 orang dari 13 negara.

"Yang jelas aktivitas sangat padat, sangat dinamis pergerakan orang di situ karena ini termasuk tempat Jamaah Tabligh. Kemungkinan besar juga banyak yang ke luar (negeri)," kata Saif.

"Ini yang kita lacak. Beberapa bulan lalu ada, yang ke India, Pakistan, termasuk Malaysia. Kita lacak dari mana sebenarnya (asal virus itu)."

Setelah gubernur Jawa Timur mengeluarkan instruksi agar siswa belajar di rumah, ujar Saif, aktivitas di ponpes itu pun masih tinggi.

Saif menambahkan pihaknya sudah mengundang pihak pesantren (06/04), untuk meminta agar para siswa dipulangkan paling lambat sebelum puasa dimulai, karena banyaknya jumlah siswa di ponpes itu.

Namun, tak semua dari mereka pulang, karena kata Saif, beberapa memutuskan untuk tetap belajar di Indonesia.

Yuli Warga Banten yang Tak Makan 2 Hari Meninggal Dunia: Satu Keluarga Hanya Minum Air Galon

'Lockdown' pesantren

Direktur Jenderal pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, mengatakan pesantren yang masih dihuni para santri harus memastikan wilayahya steril, atau disebutnya harus seperti di-lockdown.

"Pesantren yang ada santri tidak boleh menerima tamu. Jadi, misalnya, yang datang kalaupun keluarganya harus benar-benar menjaga protokol kesehatan, termasuk pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, dan sebagainya," kata Amin.

Halaman
123
Sumber: BBC Indonesia
Tags:
Virus CoronaCovid-19MagetanPondok PesantrenSantri
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved