Terkini Daerah
Ibadah di Rumah Dibubarkan Oknum RT dan Tokoh Agama, Ternyata Terjadi karena Salah Paham
Peristiwa pembubaran ibadah yang menimpa satu keluarga di Cikarang, Jawa Barat tak diproses hukum.
Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Media sosial dikejutkan dengan sebuah video yang menampilkan sejumlah orang sedang beribadah di rumahnya sendiri lalu dibubarkan oleh orang lain.
Dalam keterangan unggahan tersebut, diketahui, peristiwa itu terjadi di sebuah rumah di Kampung Rawasentul, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (19/4/2020)
Video peristiwa di Cikarang itu diunggah di Facebook oleh akun Linda Arijanto dan di Instagram oleh @arionsihombing.
• Saat Wali Kota Tangsel Airin Menangis Minta Masyarakat untuk Ibadah di Rumah: Pasti Ada Hikmahnya
Dalam video itu tampak dua pria, yang dalam keterangan unggahan disebut sebagai seorang tokoh agama dan pengurus RT setempat, meminta pemilik rumah tidak melanjutkan ibadahnya di rumah tersebut dengan nada tinggi.
Pemilik rumah menyampaikan, ibadah tersebut hanya dihadiri keluarga inti.
Namun seorang pria berbaju putih, yang disebut sebagai tokoh agama, bersikeras agar ibadah itu dihentikan.
Dilansir oleh Kompas.com, Kapolsek Cikarang Pusat AKP Somantri saat dikonfirmasi pada Senin (20/4/2020) membenarkan adanya peristiwa tersebut.
• Ibadah Haji Tahun Ini Terancam Batal karena Corona, Fachrul Razi: Jangan Melakukan Pembayaran Apapun
Somantri menyampaikan, orang yang beribadah dalam rumah itu memang anggota satu keluarga yang berjumlah 11 orang.
“Iya (ada) dari orang luar (bukan warga Kampung Rawasentul) tapi memang satu keluarga. Mereka ada 11 orang beribadah,” kata Somantri.
Ia mengemukakan, ada kesalahpahaman pihak RT dan pria yang disebut tokoh agama itu saat membubarkan ibadah keluarga tersebut.
• Ramadan di Tengah Virus Corona, Sekum Fatwa MUI: Membatasi Kerumunan Bukan Membatasi Ibadah
Menurut Somantri, kedua pria tersebut tak mengetahui bahwa orang-orang yang beribadah di dalam rumah tersebut merupakan satu keluarga.
“Sudah clear itu, salah paham saja,” ujar Somantri.
Somantri juga menambahkan, kedua pihak sudah dimediasi dan sepakat berdamai.
Menurutnya, pihak keluarga korban telah memaafkan orang yang berusaha membubarkan ibadah mereka.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ibadah di Rumah Saat PSBB Dibubarkan Tetangga, Polisi Bilang Itu karena Salah Paham"