Virus Corona
Ungkap Peluang Penularan Corona Lewat Uang dan Sayuran, Ahli Kesmas: Tak Ada Orang yang Bisa Jalan
Ahli Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrani mengomentari soal kisah ibu rumah tangga yang dinyatakan positif Virus Corona.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Ahli Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Indonesia (UI), Hasbullah Thabrani mengomentari soal kisah ibu rumah tangga yang dinyatakan positif Virus Corona.
Dilansir TribunWow.com, Hasbullah menyebut Virus Corona tak hanya bisa menular dari manusia ke manusia.
Tetepi, juga bisa menyebar dan menular ke masyarakat bahkan hal yang tak terduga.

• 5 Cara Atasi Stres akibat PHK Imbas dari Pandemi Virus Corona, Hadapi Rasa Ketakutan Anda
• Bahas Potensi Kriminal dan Teroris di Tengah Corona, Deputi Kominfo BIN: Sudah Dilakukan Antisipasi
Melalui tayangan YouTube Official iNews, Minggu (19/4/2020), Hasbullah menyebut hal yang palinng menghkawatirkan dari Virus Corona yakni karena tak nampak dan mudah tersebar.
"Itu memang Virus Corona ini kan makhluk sangat halus yang tidak bisa kita lihat dengan mata, orang lain tidak tahu," jelas Hasbullah.
Ia mengungkapkan, ada peluang penularan Virus Corona melalui uang dan sayuran hasil belanjaan yang biasanya dilakukan oleh ibu rumah tangga.
"Dan bisa saja menempel untuk sementara dan dia tetap hidup," terang Hasbullah.
"Jadi bisa saja tertular di uang, di belanjaan, yang kita tidak bisa lihat itu."
Saking berbahayanya Virus Corona, Hasbullah bahkan mengumpamakan tak satu pun orang yang bisa beraktivitas jika bisa melihat Virus Corona.
• 5 Petugas Positif Virus Corona, 2 Puskesmas di Kabupaten Bekasi Ditutup Sementara Selama 14 Hari
"Kalau kita bisa lihat virus ini, waduh mungkin tidak ada orang yang bisa jalan karena di badan dan lingkungan di sekitar itu miliaran makhluk halus," jelas Hasbullah.
"Misalnya virus dan bakteri yang bisa menimbulkan penyakit."
Karena itu, ia menyebut tak ada jaminan seseorang yang mematuhi imbauan pemerintah akan langsung aman dari Virus Corona.
Hasbullah menambahkan, tak ada satupun orang yang memiliki jaminan terhindar dari wabah Virus Corona.
"Jadi memang tidak ada jaminan tetapi kalau kita berupaya tetap disiplin menjaga jarak, selalu waspada, maka peluangnya kita menderita penyakit lebih kecil," ungkapnya.
"Yang kita lakukan itu, tidak ada 100 persen terjamin."
Simak video berikut ini menit ke-10.19:
Hanya Basa-basi Taati Aturan
Pada kesempatan itu, sebelumnya Hasbullah menganggap pembatasan sosial berskala besar (PSBB) belum dilaksanakan maksimal.
Dilansir TribunWow.com, Hasbullah mengaku banyak warga yang masih melanggar aturan PSBB, satu di antaranya terbukti dengan masih padatnya lalu lintas Ibu Kota.
Bahkan menurutnya, banyak warga yang hanya basa-basi memakai masker hanya karena takut ditangkap polisi.
• Tak Setuju Kriminalitas Meningkat di Tengah Corona, Kriminolog UI Sebut Sebaliknya, Ini Alasannya
"Kalau saya lihat tren perkembangannya hari ini (korbannya) masih nambah 300-an," ucap Hasbullah.
"Jadi tambahnya kita belum sampai puncak."
"Dan bagaimana sampai ke puncak atau tidak, ini sangat tergantung dari disiplin masyarakat kita."
Dirinya kemudian menyinggung soal tingkat kedisiplinan warga terhadap perautan PSBB.
Ia menyebut kedisiplinan warga saat PSBB sudah ada pada level mengerikan.
Hasbullah pun menyoroti soal ramainya lalu lintas di tengah wabah Virus Corona.
"Kalau PSBB tidak dilakukan dengan disiplin, tadi saya ikuti tayangan di tv, waduh mengerikan juga itu," jelas Hasbullah.
"Masih banyak yang di Jatinegara, di jalanan juga banyak orang belum mengikuti."
• 5 Petugas Positif Virus Corona, 2 Puskesmas di Kabupaten Bekasi Ditutup Sementara Selama 14 Hari
Lantas, ia menilai banyak warga yang mematuhi aturan hanya untuk menghindari teguran pihak kepolisian.
"Yang sudah mengikuti pun pakai masker atau jaga jarak tapi belum optimal karena banyak yang sekedar basa-basi atau takut ditangkap polisi atau ditegur," terangnya.
"Ini bagian tantangan besar kita."
Lebih lanjut, ia bahkan menyinggung peluang adanya puncak baru wabah Virus Corona.
Menurut Hasbullah, hal itu bakal terjadi jika PSBB hanya dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.
"Kemudian kalau kita melakukan PSBB ini waktunya sangat singkat, kemudian bisa menurunkan kasusnya dengan jumlah yang menurun di satu daerah," ujar dia.
"Bukan tidak mungkin setelah satu dua bulan tumbuh kasus baru ada puncak baru."
Terkait hal itu, Hasbullah lantas menyoroti peluang kekhawatiran dunia soal peluang adanya kenaikan kasus Virus Corona di China.
Padahal, diketahui kini China justru sudah mengalami perbaikan setelah menjadi negara pertama yang dilanda wabah Virus Corona.
"Sekarang pun di dunia lagi waswas jangan-jangan di China ada kenaikan lagi." (TribunWow.com)