Breaking News:

Virus Corona

Pocong Penjaga Desa demi Cegah Corona Jadi Sorotan Media Korea, Kades: Tinggal di Rumah Sulit Sekali

Pocong penjaga di desa Kepuh, Sukoharjo untuk mengurangi aktivitas warga di malam hari akibat wabah Virus Corona menjadi sorotan.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Rekarinta Vintoko
channel YouTube Talk Show tv One
Pocong penjaga di desa Kepuh, Sukoharjo untuk mengurangi aktivitas warga di malam hari akibat wabah Virus Corona menjadi sorotan. 

TRIBUNWOW.COM - Pocong penjaga di Desa Kepuh, Sukoharjo untuk mengurangi aktivitas warga di malam hari akibat wabah Virus Corona menjadi sorotan.

Bahkan hal tersebut sampai diberitakan oleh media asal Korea Selatan.

Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube tvOneNews pada Minggu (19/4/2020), dalam pemberitaan itu pocong disebut sebagai pengingat kematian di tengah wabah Covid-19 yang menyerang.

Jenuh Diisolasi, PDP di Tegal Nekat Kabur dari Rumah Sakit Bersama Istri, Aksinya Terekam CCTV

Di desa Kepuh, patroli pocong itu tengah gencar dilakukan.

Apalagi masih banyak anak muda yang nongkrong di luar rumah pada malam hari.

Namun karena viral, pocong yang diperankan dua petugas malah sempat dicari-cari oleh warga setiap malam.

Akibatnya, patroli pocong tidak dilakukan setiap hari melainkan seminggu sekali atau beberapa hari sekali.

Ketua Karang Taruna setempat Anjar Pancaningtyas, mengatakan langkah itu diambil agar warga memiliki rasa jera untuk keluar rumah.

"Pertama ya beda aja, yang kedua agar ada efek jeranya."

"Kan karena kalau pocong itu kesannya menyeramkan jadi sekalinya ada itu, InsyaAllah efek jera itu ada,"  kata Anjar.

Ini Daftar 18 Wilayah di Indonesia yang Terapkan PSBB Pandemi Virus Corona Covid-19

Menurutnya, patroli ini juga sudah terbukti berhasil membuat warga kapok keluar rumah.

"Dan Alhamdulillah terbukti semenjak diberlakukannya portal pocong, lingkungan menjadi lebih kondusif," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kepuh, Priyadi mengakui warganya masih banyak yang 'ngeyel' dalam menyikapi wabah Covid-19 ini.

Mereka susah diimbau untuk agar tetap berada di dalam rumah.

"Kurang kesadararan dari warga dalam menyikapi penanggulangan Covid-19 ini, jadi warga tetap seperti biasa untuk dapat tetap tinggal di rumah sulit sekali," jelas Priyadi.

Lihat video berikut:

Kisah PDP yang Diisolasi namun Tak Diberi Makan Layak

Kondisi 5 pasien dalam pengawasan (PDP) Virus Corona di Kabupaten Merangin, Jambi yang tidak terurus dengan baik membuat sejumlah pihak geram.

Kelima warga tersebut mengaku tidak mendapatkan makanan layak selama isolasi.

Bahkan, mereka hanya diberi makan satu kali sehari oleh petugas.

Arya Sinulingga Blak-blakan Bongkar Praktik Mafia Alat Kesehatan: Corona Membuka Mata Kita

Ketua RT di Tangerang Bingung soal Terbatasnya Bantuan Corona: Belum Cair Saja Sudah Jadi Beban Hati

Dikutip dari tayangan MetrotvNews, Minggu (19/4/2020) 5 pasien itu diketahui diisolasi di posko Dinas sosial, Pulau Baru, Batang, Masumai, Kabupaten Merangin.

Para pasien juga mengaku bahwa apabila ada anggota keluarga yang datang memberi makanan, makanan tersebut tidak sampai ke tangan mereka.

Mengetahui hal tersebut, Bupati Merangin Al Haris langsung marah.

Ia pun segera memerintahkan petugas untuk mengantarkan makanan pada para pasien.

Dikutip dari TribunJambi, Al Haris mengaku akan mengambil alih langsung penanangan pasien tersebut.

"Gizi warga yang diisolasi itu harus diperhatikan supaya daya tahan tubuh mereka bisa kuat untuk pencegahan penyebaran virus ini."

Halaman
12
Tags:
Virus CoronaCovid-19PocongSukoharjoKorea Selatan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved