Breaking News:

Virus Corona

Blak-blakan, Karni Ilyas Bahas Peluang Kerusuhan dan Penjarahan saat Corona: Makin Babak Belur Kita

Pemimpin Redaksi tvOne, Karni Ilyas menyoroti banyaknya kejahatan yang terjadi di tengah wabah Virus Corona.

YouTube tvOneNews
Pemimpin Redaksi tvOne, Karni Ilyas dalam channel YouTube tvOneNews, Senin (20/4/2020). 

Jika terlalu berat, pihak kepolisian bahkan disebutnya harus meminta bantuan TNI.

"Jadi ini yang akan menjadi tugas yang berat juga ke depan adalah pihak keamanan, dalam hal ini tentu Polri dan kalau skalanya lebih besar yang minta bantuan TNI," ucap dia.

Terkait hal itu, Karni Ilyas lantas mengimbau semua pihak untuk tak memanfaatkan wabah Virus Corona sebagai ajang melakukan kejahatan.

Menurut dia, masyarakat yang kini tengah waswas menghadapi Virus Corona akan semakin dibuat ketakutan dengan maraknya tindakan kejahatan.

"Yang paling kita harus waspadai, jangan ada yang memanfaatkan ini untuk menjadi kerusuhan atau penjarahan," tutur Karni Ilyas.

"Kalau itu terjadi kita semakin babak belur," tukasnya.

Omzet Menurun akibat Corona, Raffi Ahmad Enggan Rumahkan Karyawan: Sambil Seleksi Alam Juga

Simak video berikut ini menit ke-9.35:

Ragukan PSBB sejak Awal

Pada kesempatan itu, sebelumnya Karni Ilyas blak-blakan mengomentari soal penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Dilansir TribunWow.com, Karni Ilyas mengatakan sejak awal sudah yakin PSBB tak akan berjalan efektif.

Ia pun menyinggung kondisi ekonomi sebagian besar masyarakat setelah dilanda wabah Virus Corona.

Melalui tayangan YouTube tvOneNews, Senin (20/4/2020), Karni Ilyas bahkan tak hanya meragukan PSBB sejak awal, namun juga tak yakin soal wacana pemberlakuan lockdown.

 Kisruh Pemberian Bansos PSBB: Dana Bantuan Disunat, Tak Tepat Sasaran, hingga Dikembalikan Warga

Menurut dia, banyak warga miskin yang terpaksa harus bekerja setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Sebetulnya dari awal saya udah melihat tidak mungkin PSBB bisa efektif bahkan lockdown pun tidak, kenapa?," ujar Karni Ilyas.

"Karena banyak sekali orang kita yang menggantungkan nafkahnya dari bekerja informal, pekerja harian atau pedagang kaki lima atau pedagang asongan."

"Dan macam-macam termasuk ojol, sopir bajaj, sopir taksi dan segala macam."

Halaman
123
Tags:
Karni IlyasVirus CoronaCovid-19pembatasan sosial berskala besar (PSBB)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved