Breaking News:

Virus Corona

Presenter Tanya Alasan Tangerang Selatan Ramai Lagi, Wali Kota Airin Rachmi Akui Warga Mulai Jenuh

Presenter bertanya pada Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diani mengapa masih banyak yang tidak menerapkan jaga jarak.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Rekarinta Vintoko
Channel YouTube Talk Show tv One
Kota Tangerang Selatan mulai memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Airin Rachmi beri penjelasan 

TRIBUNWOW.COM - Kota Tangerang Selatan mulai memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Namun, di sejumlah titik masih terlihat keramaian seperti yang ditanyakan presenter acara Apa Kabar Indonesia Pagi tv One (14/4/2020).

Presenter bertanya pada Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diani mengapa masih banyak yang tidak menerapkan jaga jarak.

Hari Ini Kota Palembang Resmi Berstatus Zona Merah Virus Corona, 54 Orang Positif Covid-19

"Ya ini sebetulnya tidak ada ini ya hubungan apapun, saya mengatakan bahwa Tangerang Selatan ini wilayah saya juga gitu."

"Nah tapi kalau misalnya boleh menyampaikan pada Bu Wali dalam beberapa hari terakhir banyak yang saya lihat aktivitas terutama di pasar atau mungkin di beberapa tempat itu masih cukup ramai."

"Bukannya kita melarang kan ya tapi apa ya himbuan dari Wali Kota Tangerang Selatan untuk masyarakat agar bisa social distancing dan physical distancing," tanya presenter.

Airin mengatakan bahwa sebenarnya Kota Tangerang Selatan sempat sepi akibat Virus Corona.

Namun, karena sudah lima minggu sejak anak sekolah diliburkan maka lama-lama masyarakat jenuh dan mencoba untuk keluar.

"Ya terus kita lakukan artinya enggak boleh bosen, jadi di awal pernah kan sempet sepi tuh masih di awal-awal ketika saya umumkan ada yang meninggal dan ada yang positif."

"Di situ semua diem, anak-anak sekolah diem tapi lama-lama karena ini sudah tiga minggu anak-anak kita sekolah saja libur di rumah 5 minggu," kata Airin.

Pasien AZ yang Sempat Positif Corona Meninggal Dunia setelah Dinyatakan Sembuh 2 Hari Sebelumnya

Bahkan, Airin menyebut ada yang sudah acuh terhadap masalah ini.

"Ada kejenuhan ada yang lainnya sehingga mereka bilang ya udahlah Bu bismmilah saja kita keluar," sambungnya.

Sehingga inilah yang menjadi tugasnya untuk terus saling mengingatkan terkait Virus Corona.

"Ini yang PR kita bersama kenapa masih saling berdisiplin, dan enggak bosan kita saling ngertiin nanti kalau saya terlalu jauh mas Arief (Wali Kota Tangerang) sama tetangganya itu ingetin."

"Kalau warganya masih keluar tolong dong pakai masker boleh jaga jarak keluar tapi kalaau perlu-perlu saja," jelas dia.

Selain itu, Airin menegaskan bahwa pihaknya juga sering mengingatkan bawahnya untuk terus turun ke lapangan.

"Intinya saling, semuanya saling disiplin, saling mengingatkan."

"Tak henti-hentinya saya menyuruh petugas saya turun ke lapangan, tak henti-hentinya lurah, camat satuan tugas Gugus RW melakukan disinfektan, sosialisasi," kata dia.

Berikut Sektor Usaha yang Diizinkan Beroperasi saat PSBB Tangsel, Walkot: Setidaknya 11 Sektor

Menurut Airin, keberhasilan memutus penyebaran Virus Corona tak hanya dari pemerintah melainkan juga dari kesadaran masyarakat.

"Kalau masyarakatnya masih berfikir ini biasa-biasa saja sulit, maka PRnya kuncinya saling."

"Kan PSBB enggak ngelarang bekerja, yang penting ikuti protokol Covid gitu kan, orang masih industri di Tangsel boleh buka, yang boleh dibuka pertokoan yang lainnya bisa tapi misalnya dengan mengikuti meminta izin dulu sama kita dan dengan perjanjian ikuti protokol Covid-19," jelasnya.

Lihat videonya mulai menit ke-5:45:

Gubernur Banten Izinkan Industri Berjalan di Tangerang

Gubernur Banten, Wahidin Halim akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Tangerang Raya mulai Sabtu (18/4/2020).

Wahidin Halim menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) mengizinkan kegiatan industri tetap berjalan.

Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube Talk Show tv One pada Jumat (17/4/2020), meski mengizinkan, Wahidin Halim meminta agar perusahaan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

 Perawat RSUP Kariadi Semarang yang Positif Corona Meninggal Dunia, Warga Diminta Tak Tolak Pemakaman

Selain itu, ia juga meminta perusahaan melakukan rapid test selama berkala.

Jika ada yang positif Covid-19, maka pabrik harus tutup sementara selama 14 hari.

"Industri tetap kita izinkan sepanjang mereka menggunakan protokoler kesehatan, bahkan kita syaratkan bahwa mereka harus lakukan rapid test secara berkala."

"Juga kalau ada yang positif mereka harus hentikan selama 14 hari, yang berikutnya tetap melakukan social distancing," jelas Wahidin.

Wahidin meminta agar perusahaan mengatur jarak antar orang dan pengaturan ulang jam kerja,

Ia mengatakan karyawan harus bekerja secara bergantian dalam dua hari.

Jika tidak ia tak segan menutup pabrik tersebut.

"Jarak masuknya, tempatnya juga harus pakai jarak, ada perubahan dalam shift, artinya mereka bekerja diatur jadi tidak terjadi penumpukan pada waktu masuk maupun di ruangan pabrik di ruangan kerja."

"Yang tadinya misalnya mereka berturut-turut tiap hari tapi ada dua hari waktunya jadi itu yang kita minta, kalau tidak ya kita akan tutup," imbaunya.

 Satu Outlet Bisnis Ruben Onsu Tutup karena Dampak Virus Corona, Anji: Daerah Tegal Jangan-jangan?

Ia masih memperbolehkan industri tetap buka agar tak menambah angka pengangguran di Tangerang.

"Karena apa karena pendekatannya ini kan pendekatan sosial kalau itu banyak, walaupun sebenrnya industri sudah ada 980 industri yang ada di Tangerang itu sudah merumahkan bahkan mem-PHK kan secara terbatas pada karyawannya."

"Bahkan sudah melakukan pendekatan dengan mengatur jam-jam operasional, jam kerjanya, dengan mengatur shift, dengan mengatur waktu jam kerja dan lain sebagainya," ceritanya.

Wahidin menuturkan industri yang boleh dibuka tidak terbatas di sektor-sektor tertentu.

"Iya sementara ini kita masih berlakukan untuk seluruh industri yang ada di Banten karena kita melihat dari sisi pekerjanya, Tangerang Banten sudah nomor satu penganggurannya," ucapnya.

Dengan diizinkannya industri beroperasi, Wahidin mengatakan bahwa evaluasi tetap dijalankan.

"Kita harap dengan kita izinkan atau ada kegiatan industri tidak menambah persoalan sosial, tapi ini juga kita perlakukan secara ketat, kita lakukan evaluasi selama lima hari nanti bagaimana perkembangannya," jelasnya.

 Tak Takut, Cleaning Service RS Ini Justru Suka Ajak Pasien Corona Bercanda: Biar Mereka Sepat Sembuh

Lihat video berikut:

(TribunWow.com/Mariah Gipty)

Tags:
Virus CoronaTangerangpembatasan sosial berskala besar (PSBB)Covid-19Airin Rachmi Diany
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved