Virus Corona
Dengan Syarat, Gubernur Banten Izinkan Industri Buka di Tangerang saat PSBB: Kalau Tidak, Kita Tutup
Gubernur Banten, Wahidin Halim akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Tangerang Raya mulai Sabtu (18/4/2020).
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Gubernur Banten, Wahidin Halim akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Tangerang Raya mulai Sabtu (18/4/2020).
Wahidin Halim menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) mengizinkan kegiatan industri tetap berjalan.
Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube Talk Show tv One pada Jumat (17/4/2020), meski mengizinkan, Wahidin Halim meminta agar perusahaan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
• Perawat RSUP Kariadi Semarang yang Positif Corona Meninggal Dunia, Warga Diminta Tak Tolak Pemakaman
Selain itu, ia juga meminta perusahaan melakukan rapid test selama berkala.
Jika ada yang positif Covid-19, maka pabrik harus tutup sementara selama 14 hari.
"Industri tetap kita izinkan sepanjang mereka menggunakan protokoler kesehatan, bahkan kita syaratkan bahwa mereka harus lakukan rapid test secara berkala."
"Juga kalau ada yang positif mereka harus hentikan selama 14 hari, yang berikutnya tetap melakukan social distancing," jelas Wahidin.
Wahidin meminta agar perusahaan mengatur jarak antar orang dan pengaturan ulang jam kerja,
Ia mengatakan karyawan harus bekerja secara bergantian dalam dua hari.
Jika tidak ia tak segan menutup pabrik tersebut.
"Jarak masuknya, tempatnya juga harus pakai jarak, ada perubahan dalam shift, artinya mereka bekerja diatur jadi tidak terjadi penumpukan pada waktu masuk maupun di ruangan pabrik di ruangan kerja."
"Yang tadinya misalnya mereka berturut-turut tiap hari tapi ada dua hari waktunya jadi itu yang kita minta, kalau tidak ya kita akan tutup," imbaunya.
• Satu Outlet Bisnis Ruben Onsu Tutup karena Dampak Virus Corona, Anji: Daerah Tegal Jangan-jangan?
Ia masih memperbolehkan industri tetap buka agar tak menambah angka pengangguran di Tangerang.
"Karena apa karena pendekatannya ini kan pendekatan sosial kalau itu banyak, walaupun sebenrnya industri sudah ada 980 industri yang ada di Tangerang itu sudah merumahkan bahkan mem-PHK kan secara terbatas pada karyawannya."
"Bahkan sudah melakukan pendekatan dengan mengatur jam-jam operasional, jam kerjanya, dengan mengatur shift, dengan mengatur waktu jam kerja dan lain sebagainya," ceritanya.