Virus Corona
Dampak Corona, Sri Mulyani Prediksi Pengangguran Naik 5,2 Juta dan Penduduk Miskin Tambah 3,78 Juta
Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksikan jumlah pengangguran dan angka kemiskinan di Indonesia akan mengalami kenaikan akibat Virus Corona.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
"Dalam skenario berat kita perkirakan bisa ada kenaikan 2,9 juta orang pengangguran baru dan kalau skenario yang lebih berat bisa 5,2 juta," tutup Sri Mulyani.
Simak videonya:
Indonesia akan Tetap Ekspor APD
Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan akan tetap mengekspor APD ke luar negeri, khususnya untuk negara-negara yang sangat membutuhkan.
Sebelumnya, pemerintah telah meminta perusahaan produksi APD untuk bisa meningkatkan jumlah produksinya.
Dilansir TribunWow.com, kebijakan tersebut dilakukan juga untuk memenuhi kontrak yang telah dilakukan dengan negara lain.
• Tanggapi Permintaan Pemberhentian KRL selama PSBB, Pengamat: Terbalik, Kegiatannya yang Dihentikan
Meski begitu, Sri Mulayni menegaskan untuk prioritas utama tetap untuk tenaga medis dalam negeri.
Dirinya memastikan untuk persediaan APD dalam negeri tetap tidak terganggu.
Kepastian tersebut disampaikan Sri Mulyani dalam konferensi virtual yang ditayangkan oleh kanal Youtube KompasTV, Kamis (16/4/2020).
Dalam kesempatannya tersebut, wanita yang sudah tiga kali menjabat sebagai Menteri Keuangan itu mengatakan hal tersebut dilakukan juga atas dasar rasa gotong royong untuk bersama-sama menghadapi pandemi Virus Corona.
"Jadi kontrak-kontrak dengan negara-negara itu akan tetap akan kita coba penuhi tanpa kita mengorbankan kebutuhan APD kita di dalam negeri," ujar Sri Mulyani.
"Jadi ini adalah berbagai program yang dalam menghadapi Covid-19, semua negara berusaha untuk saling bergotong royong, memang tensinya sangat tinggi, karena banyak negara itu yang betul-betul membutuhkan APD," sambungnya.
• Minta Daerah Serius Tangani Virus Corona, Jokowi Tegaskan agar Alihkan Anggaran untuk Covid-19
Menurutnya, banyak negara-negara lain yang memang betul-betul membutuhkan APD untuk digunakan oleh tenaga medis dalam menangani Virus Corona di negaranya.
Terlebih mereka tidak mempunyai perusahaan untuk memproduksi APD sendiri.
Namun sekali lagi, Sri Mulyani memastikan bahwa kebutuhan dalam negeri tetap yang utama.