Virus Corona

Marak Dipakai Warga yang WFH, Keamanan Aplikasi Zoom Dipertanyakan, Apakah Ada Masalah Privasi?

Pihak berwenang Taiwan melarang PNS dan institusi publik menggunakan Zoom karena dianggap 'tidak aman'. Sebenarnya, seberapa aman Aplikasi Zoom?

play.google.com
Aplikasi Zoom, Rapat dan Belajar Via Online untuk Cegah Penyebaran Corona. 

"Secara global, 2.000 lembaga, mulai dari perusahaan jasa keuangan terbesar di dunia hingga penyedia telekomunikasi terkemuka, lembaga pemerintah, universitas, praktik perawatan kesehatan dan telemedicine telah melakukan tinjauan keamanan lengkap terkait pengguna, jaringan dan lapisan pusat data kami. Mereka percaya diri memilih Zoom."

"Kami berkomunikasi erat dengan Kementerian Pertahanan Inggris dan Pusat Keamanan Siber Nasional dan fokus pada penyediaan dokumentasi yang mereka butuhkan," katanya dalam sebuah pernyataan kepada BBC.

Apa sebenarnya dokumentasi ini, baik Zoom, Pusat Keamanan Siber Nasional maupun Kementerian Pertahanan belum mengungkapkannya.

Jadi, apakah aman?

Zoom memiliki cacat pada sisem keamanan di masa lalu, termasuk kerentanan yang memungkinkan peretas menghapus peserta dari rapat, menulis pesan palsu dari pengguna, dan membajak layar bersama.

Ada pengguna Mac yang melakukan panggilan tanpa sepengetahuan mereka.

Beberapa ahli masih berpikir bahwa perusahaan tersebut memiliki sikap yang agak lunak terhadap keamanan.

"Zoom memiliki sejarah yang naik turun mengenai fitur keamanan dengan sejumlah contoh, di mana seseorang harus mempertanyakan apakah perusahaan ini benar-benar mengerti soal privasi dan keamanan pengguna," kata konsultan siber Graham Cluley.

Peneliti Lacak Penyebaran Virus Corona di Kota New York: Sebagian Besar Berasal dari Eropa

"Saat ini, banyak orang menggunakan Zoom untuk pertama kalinya dan mungkin tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang pengaturan yang aman untuk menghindari orang yang tidak diinginkan mengikuti percakapan mereka."

"Mereka juga mungkin belum membaca syarat dan ketentuan, tetapi hanya mengklik 'Ya' untuk menggunakan aplikasi."

"Zoom dan aplikasi video lainnya menyediakan layanan yang berharga saat ini, tetapi orang-orang harus berhati-hati dalam menggunakannya."

Prof Alan Woodward, seorang ilmuwan komputer di Universitas Surrey berpikir pemerintah perlu berhati-hati: "Dalam beberapa hal untuk siaran publik, tidak masalah jika ada yang bisa mendengarkan seperti halnya untuk briefing No 10 (rapat parlemen Inggris)."

"Namun, ketika saya mengambil bagian dalam briefing pemerintah yang tertutup, kami menggunakan Microsoft Teams."

"Tidak ada bukti bahwa Zoom memiliki masalah dalam versi terbarunya, tetapi di masa-masa yang gila ini tampaknya masuk akal hanya menggunakan sistem yang sudah dicoba dan teruji."

"Itu memperkuat pesan bahwa apa pun yang Anda gunakan, Anda harus menggunakan versi terbaru," katanya.

Dari mana asal Zoom?

Popularitas Zoom telah berkembang selama beberapa tahun. Saat debutnya di pasar saham tahun lalu, Zoom sudah bernilai US$15 miliar (Rp241 triliun) dan sekarang telah meningkat lebih dari dua kali lipat.

Zoom didrikan pada 2011 oleh Eric Yuan, insinyur perangkat lunak asal China yang beremigrasi ke Silicon Valley pada usia 27 tahun.

Sejak itu Zoom diam-diam menyalip para pesaing seperti Skype dan Microsoft Teams, karena beberapa fitur yang disediakan kepada pengguna cukup sederhana termasuk latar belakang adaptif.

Zoom gratis untuk siapa saja tetapi paket dasarnya memiliki batas pertemuan 40 menit untuk lebih dari tiga peserta.

Ketentuan ini baru saja dihapus untuk sekolah-sekolah di Inggris, Kanada dan Jerman untuk memungkinkan para guru memanfaatkan sesi yang lebih lama dengan para murid.

Zoom telah diunduh lebih dari 50 juta kali di Google app store karena orang-oran mencari cara untuk tetap berhubungan dengan rekan kerja, teman, dan keluarga.

Apakah ada masalah privasi?

Zoom mengumpulkan data dalam jumlah besar untuk menganalisis layanannya dan menyediakan fitur yang bermanfaat bagi bisnis.

Yayasan Electronic Frontier telah menyusun beberapa daftar masalah privasi:

  • host Zoom memiliki kapasitas untuk memantau aktivitas peserta saat berbagi layar. Mereka dapat melihat apakah windows Zoom aktif atau tidak
  • itu juga memungkinkan admin melihat aktivitas dasbor pengguna, termasuk sistem peringkat pengguna berdasarkan jumlah total waktu percakapaan yang diikuti
  • jika pengguna merekam panggilan melalui Zoom, admin dapat mengakses konten
  • selama percakapan yang telah terjadi atau sedang berlangsung, admin dapat melihat sistem operasi, alamat IP, data lokasi dan informasi perangkat masing-masing peserta.

Terlepas dari peringatan ini, orang-orang pada umumnya tampak senang berbagi lebih banyak aspek kehidupan mereka di aplikasi ini, termasuk beberapa yang telah memberikan lebih banyak daripada yang mereka maksudkan.

Sebuah video yang dibagikan secara luas di media sosial menunjukkan seorang peserta perempuan di sebuah konferensi bisnis lupa bahwa rekan-rekannya dapat melihatnya.

Ia pergi ke toilet di tengah-tengah pertemuan sementara anggota tim lainnya menonton dengan rasa malu yang membingungkan.

Pelanggaran etiket lainnya termasuk "zoombombing".

Ini adalah bentuk trolling, di mana tamu yang tidak diundang membagikan konten pornografi atau konten mengganggu lainnya di Zoom.

Masalah ini terjadi jika detail rapat Zoom dibagikan ke publik dan orang yang mengadakan rapat tidak melakukan pengaturan layar.

Orang yang mengadakan rapat juga harus menonaktifkan "transfer file" untuk mencegah malware apa pun dibagikan, kata para pakar. (BBC)

Artikel ini telah tayang di BBC Indonesia dengan judul "Virus corona: Seberapa aman aplikasi Zoom yang marak dipakai WFH, tapi kini dilarang Taiwan?"

Ikuti kami di
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved