Breaking News:

Virus Corona

Tingkat Kematian akibat Virus Corona Berbeda Antar Negara, Ini Penjelasannya

Seberapa besar peluang seseorang meninggal dunia akibat infeksi Virus Corona? Ternyata ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, apa saja?

Editor: Ananda Putri Octaviani
AFP/ANDREAS SOLARO
Para pekerja medis membawa seorang pasien di bawah perawatan intensif ke rumah sakit sementara Columbus Covid 2 yang baru dibangun pada 16 Maret 2020 untuk para pasien coronavirus di Gemelli di Roma. Wabah Virus Corona di Italia Makin Parah, Orang Berusia 80 ke Atas akan Dibiarkan Mati jika Kondisinya Kritis 

Tak mudah memastikan tingkat kematian

Kebanyakan kasus infeksi corona tidak terhitung karena orang cenderung tak mengunjungi dokter ketika mengalami gejala ringan.

Pada tanggal 17 Maret, kepala penasehat ilmiah pemerintah Inggris, Sir Patrick Vallance, memperkirakan ada sekitar 55.000 kasus di Inggris, saat kasus yang sudah dipastikan (confirmed case) di bawah angka 2.000.

Membagi tingkat kematian dengan angka 2.000, akan memberi hasil yang lebih besar daripada membaginya dengan angka 55.000.

Ini merupakan salah satu alasan utama mengapa tingkat kematian pada kasus yang sudah dipastikan menjadi perkiraan yang buruk untuk tingkat kematian sesungguhnya.

Yaitu dengan membuat taksiran lebih tinggi padahal banyak kasus tak tercatat.

Namun ini juga bisa keliru untuk soal lain: memperkirakan tingkat kematian lebih rendah akibat tidak memasukkan orang-orang yang kini terinfeksi, tapi tidak dikonfirmasi, dan kemudian meninggal dunia.

Jumlah Korban Tewas Corona Bertambah Jadi 114 Orang, Achmad Yurianto: Ada yang Positif Belum Isolasi

Kenapa tingkat kematian berbeda antar negara?

Menurut riset yang dilakukan oleh Imperial College, kemampuan tiap negara berbeda untuk mendeteksi kasus dengan gejala ringan, sehingga sulit untuk mengkonfirmasi jumlah kasus.

Pengetesan virus juga berbeda antarnegara, dengan kemampuan melakukan pengetesan yang berbeda, serta aturan berbeda mengenai siapa yang dites.

Faktor-faktor ini terus berubah seiring waktu.

Pemerintah Inggris berencana untuk meningkatkan kapasitas pengetesan hingga 10.000 per hari, dengan sasaran bisa mencapai 25.000 per hari dalam waktu empat minggu.

Saat ini mereka membatasi pengetesan hanya kepada mereka yang dirawat di rumah sakit.

Jerman punya kemampuan untuk mengetes lebih dari 20.000 kasus per hari dan telah melakukan pengetesan terhadap orang dengan gejala ringan.

Maka penghitungan mereka terhadap infeksi yang sudah dipastikan mampu menangkap seksi yang berbeda dalam piramida kasus yang diperlihatkan di atas.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/3
Tags:
Virus CoronaCoronaCovid-19
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved