Virus Corona
Banyak Dokter yang Meninggal karena Corona, Ari Fahrial Anggap Social Distancing Tak Efektif
Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UI Prof Ari Fahrial Syam blak-blakan menyoroti jumlah dokter yang tewas akibat tertular Virus Corona.
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Akibatnya, banyak pasien yang dinyatakan tewas sebelum mendapat penanganan maksimal.
"Kita bisa lihat bahwa ada juga cerita-cerita di mana ada pasien karena memang ruang-ruang rawat di rumah sakit rujukan udah penuh," kata dia.
"Akhirnya pasien dilempar-lempar, akhirnya sampai di rumah sakit rujukan juga sudah terlambat."
"Jadi hasil evaluasi dari teman-teman mengenai angka kematian ini adalah terlambatnya pasien datang ke rumah sakit,' sambungnya.
Melihat kondisi tersebut, Ari lantas menilai imbauan Jokowi soal social distancing tak efektif untuk menekan penularan Virus Corona.
"Jadi imbauan Pak Presiden sudah disampaikan 10 hari yang lalu, tampaknya ya tidak efektif," tukasnya.
• Bupati Sidoarjo Ungkap Sulitnya Makamkan Pasien Corona, Penggali Kubur Kabur hingga Ditolak Ambulans
Simak video berikut ini menit ke-14.37:
Komentar Ali Ngabalin
Pada kesempatan lain, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menegaskan pemerintah tak akan menerapkan kebijakan lockdown meskipun korban Virus Corona semakin bertambah.
Dilansir TribunWow.com, Ali Ngabalin menyebut pemerintah akan menerapkan karantina wilayah yang disebutnya sangat berbeda dengan lockdown.
Karena itu, ia menyatakan pemerintah tak mau bercanda dalam mengambil kebijakan penanganan Virus Corona.
• Kondisi Terkini Suspect Corona di Solo yang Sempat Rewang Tetangga, Kini Dinyatakan Sembuh
Pernyataan tersebut disampaikan Ali Ngabalin melalui tayangan YouTube Talk Show tvOne, Sabtu (28/3/2020).
"Saya pastikan dulu ya bahwa untuk lockdown itu tidak ada dalam pikiran, bahkan pemerintah tidak mengambil kebijakan melakukannya," ucap Ali Ngabalin.
Menurutnya, di dalam undang-undang hanya terdapat istilah karantina wilayah yang memiliki konsep yang sama dengan social distancing.
Tak hanya itu, menurut dia karantina wilayah juga memiliki tujuan yang serupa, yakni menekan persebaran wabah Virus Corona.
"Karena Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 itu menjelaskan tentang karantina kewilayahan, itu kan sama dengan social distancing," ucap Ali Ngabalin.