Virus Corona
Sempat Isolasi Diri karena Demam, Dokter Tirta Akhirnya Putuskan ke Rumah Sakit
Influencer Kesehatan, dokter Tirta Mandira Hudhi mengaku kondisi kesehatannya tidak baik.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Influencer Kesehatan, dokter Tirta Mandira Hudhi mengaku kondisi kesehatannya sedang tidak baik.
Hal itu diungkapkan melalui akun resmi Twitternya @tirta_hudhi pada Sabtu, (28/3/2020).
Dokter Tirta mengatakan dirinya mulai batuk dan merasakan gejala demam.
Sehingga, dirinya memutuskan untuk mengisolasi diri selama tujuh hingga 14 hari.
• Dokter Tirta Prediksi Rumah Sakit akan Membludak Pasien Virus Corona: 20 Persen Alami Gejala Parah
Dokter Tirta juga akan ke rumah sakit untuk mengecekkan diri.
Meskipun, ia mengatakan belum berniat melakukan swab test karena merasa keadaannya masih baik-baik saja.
"Tetaplah semangat, biar efektif, saya sekarang ke rumah sakit."
"Sampai jumpa 7-14 hari lagi. Semoga bisa lebih cepat."
"Swabtest masih besok-besok. Saya masih baik-baik saja."
"Jaya terus tenaga medis Indonesia," demikian tulis dokter Tirta.
• Masih Banyak Aktivitas, 12 Ruas Jalan di Medan Ditutup untuk Pencegahan Penyebaran Virus Corona
Sebelum ke rumah sakit, rupanya dokter Tirta sempat mengirimkan APD (Alat Pelindung Diri) ke RSUP Sardjito Jogja dan Rumah Sakit Kramat 128, Jakarta Pusat.
Meski kondisinya tidak sehat, ia meminta agar semua orang tidak menyerah akan kondisi yang terjadi.
"Sebelum saya ke rumah sakit, saya sempat mengirimkan APD ke RSUP Sardjito Jogja + RS Kramat 128. Sisanya akan dibantu JDN (Junior Doctor Network). Jangan nyerah bosku semua," cuitnya.
Sementara itu sebelumnya, dokter Tirta sendiri mengatakan bahwa dirinya mengalami demam dan batuk.
Awalnya, ia berniat untuk mengisolasi diri secara mandiri.
Ia berencana baru akan ke rumah sakit jika sakitnya tidak sembuh hingga tiga hari, yakni Senin (30/3/2020).
• 5 Orang di Tasikmalaya Positif Corona, Walikota Berlakukan Local Lockdown Mulai 31 Maret 2020
"Saya memutuskan bedrest total, dan mengunci diri saya sendiri."
"Saya sudah mulai batuk, gejala demam, ini day 1. Jika sampe day 3 saya enggak baik-baik saja. Saya terpaksa harus ke rumah sakit."
"Apd saya fokuskan send ke luar pulau. Tim saya yg akan bantu," jelasnya.
Rencananya, dia akan ke Rumah Sakit Daerah Kembangan, Jakarta Barat, untuk mendapat perawatan.
"Skenario terburuk, saya day 3 demam (hari senin) akan ke rsud kembangan nanti. Maafkan guys," lanjutnya.




Temui Anies Minta Jakarta segera Karantina Wilayah
Sementara itu, dokter Tirta mengaku sudah bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terkait penanganan Virus Corona di DKI Jakarta.
Dokter Tirta meminta agar pemerintah secara tegas segera melalukan karantina wilayah.
Hal itu disampaikan dokter Tirta saat menjadi narasumber di acara Sapa Indonesia Malam Kompas TV pada Jumat (27/3/2020).
• Banyak Perantau yang Kembali ke Kampung Halaman, Sri Sultan HB X: Coba Tinggal Sementara 2 Minggu
"Pemerintah pusat maupun daerah harus bersinergi berani mengambil kebijakan yang tidak populis, paling enggak lockdown itu enggak ada di undang-undang."
"Sorry mungkin bisa dicek setahu saya tak ada undang-undang yang nulis lockdown tapi karantina kalau bisa sekarang Jakarta karantina wilayah," ujar dokter Tirta.
Dokter Tirta lantas mencontohkan dampak jika pemerintah melakukan karantina wilayah.
Hal itu setidaknya mencegah adanya warga yang ingin mudik ke daerahnya masing-masing yang bisa menambah wilayah penyebaran Virus Corona.
Dokter asal Solo ini menjelaskan bahwa Covid-19 akan berisiko besar bagi orang lansia maupun orang yang sudah memiliki penyakit bawaan.
"Tidak boleh ada satupun ada yang masuk atau keluar wilayah Jakarta misal per Senin sampai Kamis lihat saja hasilnya, otomatis kita membatasi orang-orang yang balik kampung atau Jakarta."
"Ini yang menyebabkan Covid-19 keluar Jakarta orang-orang naik pesawat terus megang ini, megang ini, megang ini peluk-pelukan di kampung dia enggak papa, orang tuanya ternyata stroke kena Covid, terus dari orang tuanya dari bersin kena tetangga kampungnya satu kampung kena," jelasnya.
• Pemudik di Wonogiri Meningkat, Joko Sutopo: Mudik Itu Kultur, Tak Bisa Diselesaikan dengan Imbauan
Lalu, Dokter Tirta menyinggung Nusa Tenggara yang belum terkena Virus Corona lantaran mobilitas warga sudah dibatasi.
"Papua sudah ada Covid loh, Jambi sudah ada, Bengkulu kalau enggak salah, Nusa Tenggara kemarin malah enggak ada, karena apa mobilitas warga dibatasi," lanjutnya.
Lantas, Dokter lulusan Universitas Gadjah Mada ini mengatakan bahwa dirinya sudah bertemud dengan Anies Baswedan.
Dalam pertemuan itu, ia menyarankan agar Anies segera melakukan karantina wilayah.
Jika masalah ekonomi menjadi pertimbangan, dokter Tirta mengatakan bahwa ekonomi sekarang juga memang sudah hancur.
"Saya kemarin sudah bertemu dengan Pak Anies juga, saya sudah sarankan kalau bisa, kalau bisa banget, kita lebih baik ini sama-sama buruk."
"Mau kita enggak karantina wilayah, ekonomi sudah turun, temen saya brand local sudah hancur-hancuran jadi saran saya sih kalau bisa yang mau ke Jakarta ditolak, yang mau keluar di Jakarta tetap ditolak," tegas dia.
Ia juga menyarankan agar semua aktivitas publik dihentikan sementara kecuali tempat-tempat vital, seperti rumah sakit.
• Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Imbau Jangan Pulang Kampung: Saya Tahu Anda Bosan dan Sakit
"Terus yang ada di rumah terus saja dilanjutkan, yang nongkrong bubarin semua, mall tutup."
"Hanya tiga hal yang menurut saya boleh buka, satu adalah pasar dan minimarket itu sembako, kedua adalah SPBU, dan ketiga instansi publik yaitu polisi,TNI, rumah sakit dan fasilitas kesehatan," ucapnya.
Selain itu, ia ingin agar tempat tertentu dijaga pihak keamanan agar tidak kacau.
"Khusus SPBU dan tempat-tempat bahan pokok itu dijaga oleh militer maupun polisi sehingga mencegah chaos," kata dokter yang juga pengusaha ini.
Lihat videonya mulai menit ke-6:47:
(TribunWow.com/Mariah Gipty)