Virus Corona
Pasien Virus Corona di Jakarta Terus Membeludak, Ada 274 Pasien Isolasi di RS Darurat Covid-19
Jumlah penyebaran Virus Corona di Indonesia terus mengalami peningkatan sangat drastis, khususnya di Jakarta. Update terbaru mencapi 598 kasus.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Jumlah penyebaran Virus Corona di Indonesia terus mengalami peningkatan sangat drastis.
Dilansir TribunWow.com, berdasarkan update terbaru dari Juru Bicara Pemerintah soal penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto tercatat sudah ada 1046 pasien positif Covid-19.
Dari jumlah tersebut, bisa dikatakan setengahnya lebih ada di Jakarta, yakni 598 pasien positif Virus Corona.
Seperti yang diketahui, Jakarta memang menjadi daerah dengan tingkat penyebaran Virus Corona tertinggi di Indonesia.

• BREAKING NEWS, Satu Pemain Persib Bandung Positif Virus Corona dan Langsung Isolasi Diri
Tidak hanya pasien positif yang mengalami peningkatan, pasien dalam pengawasan (PDP) juga terus bertambah.
Wisma Atlet, Kemayoran yang saat ini menjadi Rumah Sakit Darurat juga sudah semakin banyak menampung pasien yang menjalani isolasi.
Menurut Dansatgas Kesehatan RS Darurat Covid-19, Brigjen Agung Hermawanto, saat ini tercatat ada 274 pasien yang menjalani isolasi.
Hal itu dikatakan oleh Agung Hermawanto dalam tayangan Youtube tvOneNews, Jumat (27/3/2020).
"Data hari ini sampai hari ini, yang mengunjungi Rumah Sakit Darurat Covid-19 ini sebanyak 342 orang," ujar Agung Hermawanto.
"Yang menjalani isolasi dan karantina Virus Corona ada 274 (orang)," jelasnya.
Agung Hermawanto kemudian menjelaskan sudah ada pasien yang kondisinya memburuk dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit.
Dikatakannya ada 4 pasien yang harus mendapatkan penanganan lanjut.
"Yang kami rujuk karena keadaanya sakit yang sedang sampai berat ada 4," pungkasnya.
Simak videonya mulai menit ke-1.07:
Alur Perawatan Pasien Covid-19 di RS Darurat Corona
Komandan Satgas Kesehatan RS Corona, Brigadir Jenderal Agung Hermawanto, mengungkapkan metode dan alur penanganan pasien di Rumah Sakit (RS) Darurat Covid-19, Kemayoran, Jakarta, Jumat (27/3/2020).
Bangunan yang awalnya adalah Wisma Atlet Kemayoran tersebut diubah menjadi RS Darurat guna mengantisipasi lonjakan pasien positif Virus Corona.
Dilansir KompasTV, Jumat (27/3/2020), Agung menjabarkan mengenai fasilitas dan metode perawatan di RS tersebut.
• Tanggapi Status Lockdown Kota Tegal akibat Virus Corona, Ganjar Pranowo: Niatnya Pak Wali Kota Baik
"Rumah Sakit Darurat Covid-19 ini adalah rumah sakit dengan isolasi dan karantina untuk pasien Corona yang mempunyai sebanyak 1.000 tempat tidur perawatan," kata Agung.
"Kemudian juga ada pelayanan IGD dan pelayanan diagnostik," imbuhnya.
Agung kemudian menjelaskan mengenai tata cara dan urutan pemeriksaan pasien yang masuk ke rumah sakit tersebut.
Pertama, pasien yang datang akan langsung di screening, lalu para pengantar pasien akan di data.
Karena apabila hasil tes calon pasien tersebut positif, maka pengantar akan berstatus orang dalam pengawasan (ODP).
"Adapun alur daripada pasien yang ada di RS Darurat Covid-19 ini adalah ketika pasien datang, pasien di-screening," ujar Agung.
"Kemudian dilakukan di triase pertama, triase kedua, pasien pengantar dilewatkan jalur sebelah kiri, di mana akan didata, karena pengantar pasien ini adalah Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang akan kami laporkan di dinas kesehatan."
"Kemudian pasien ini masuk ke UGD dilakukan pemeriksaan, kemudian kami lakukan perawatan," sambungnya.
• BREAKING NEWS - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson Umumkan Positif Virus Corona Covid-19
Bila pasien tersebut kemudian membutuhkan perawatan intensif akan diempatkan di lantai dua.
Tapi bila tidak perlu perawatan yang intensif akan ditempatkan di hunian lantai 4 sampai dengan lantai 32.
Sebelumnya, dalam sebuah konferensi pers, Kamis (26/3/2020), Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono menjelaskan bahwa Wisma Atlet Kemayoran kini telah diubah menjadi Rumah Sakit Darurat Covid-19.
Hal itu bertujuan agar pemerintah dapat mengatasi apabila penyebaran Covid-19 semakin merebak dan sulit untuk diatasi.
Eko menyatakan bahwa pemerintah telah bersiap dengan skenario terburuk.
"Pemerintah sudah mengantisipasi apabila penyebaran Covid-19 ini tidak bisa kita bendung, maka pasti akan banyak yang terpapar oleh virus ini," kata Eko.
Ia menjelaskan bila penambahan pasien positif tidak terbendung, rumah sakit yang ada tidak akan sanggup menangani lonjakan tersebut.
"Sementara apabila kita mengandalkan rumah sakit-rumah sakit yang ada jelas tidak akan mungkin," terangnya.
Dari hasil simulasi dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) DKI Jakarta, didapatlah skenario terburuk kasus positif Corona bisa mencapai 8.000 orang.
"Dari hasil simulasi Forkompinda DKI, karena daerah yang paling terbantak terkena virus ini, skenario terburuk bisa mencapai 6.000 sampai 8.000 orang positif," ujar Eko.
Melalui hasil simulasi yang didapat tersebut, pemerintah kemudian menentukan langkah dan mengubah Wisma Atlet Kemayoran menjadi Rumah Sakit Darurat Corona.
• Kabar Baik di Tengah Virus Corona, Jokowi Keluarkan Kebijakan untuk Bantu Rakyat, Apa Saja?
"Oleh karena itu untuk mengantisipasi itu pemerintah bertindak cepat, mengubah yang selama ini wisma atlet menjadi Rumah Sakit Darurat Covid-19," pungkasnya.
Diketahui, saat ini terdapat 215 pasien yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Corona tersebut.
Apabila diidentifikasikan menurut jenis kelamin, terdapat 124 laki-laki, sementara 91 orang sisanya perempuan.
Pasien positif terinfeksi Virus Corona yang dirawat di sana sejumlah 14 orang.
Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 157 orang, dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 44 orang.
Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:
(TribunWow/Elfan Nugroho/Noviana)