Breaking News:

Virus Corona

Di saat Dunia Masih Perang Lawan Covid-19, Wuhan Kini akan Mulai Cabut Bertahap Kebijakan Lockdown

Wuhan, kota pertama yang terinfeksi Virus Corona kini sudah mulai pulih, setelah tidak ada lagi kasus baru pasien terjangkit Covid-19.

Editor: Ananda Putri Octaviani
STR / AFP
Pusat dari wabah Virus Corona (Covid-19), Wuhan, jalanan kota nampak sepi, setelah pemerintah China memberlakukan penutupan kota, Kamis (12/3/2020) 

Angka resmi pemerintah China menyebutkan ada 78 kasus baru yang dilaporkan di daratan China dalam periode 24 jam. Semua, kecuali empat dari mereka, disebabkan karena terpapar oleh wisatawan yang terinfeksi yang datang dari luar negeri.

Infeksi Virus Corona "gelombang kedua" juga mempengaruhi negara-negara seperti Korea Selatan dan Singapura, yang telah berhasil menghentikan penyebaran penyakit dalam beberapa minggu terakhir.

Korea Selatan telah mengalami penurunan jumlah kasus baru, dan Selasa lalu menjadi hari terendah jumlah kasus baru sejak 29 Februari lalu.

China berupaya memperbaiki reputasi

China menganggap negara itu- hampir sebagai negara "pasca Corona" atau telah melewati fase tertinggi dari pandemik Corona.

Dalam seminggu terakhir, kami telah mendengar petugas-petugas medis di Wuhan memperingatkan Inggris dan negara lain agar melakukan upaya yang lebih besar untuk melindungi petugas kesehatan garis depan.

Dan meminta negara-negara lain untuk belajar dari kesalahan yang dilakukan petugas medis Wuhan yang tidak mengenakan pakaian pelindung yang tepat saat merawat pasien.

Namun, ada juga laporan di media pemerintah China tentang jumlah korban meninggal di Italia melebih jumlah korban di China. Laporan ini juga dikombinasikan dengan beberapa komentar dari tokoh media termuka yang menunjukan rasa tidak suka, atau merasa menang.

Pada saat bersamaan, terjadi kepanikankan ancaman "gelombang kedua" kasus Virus Corona impor yang berasal dari pelancong luar negeri.

Ini telah memicu pandangan -benar atau salah- bahwa beberapa negara lain tidak menganggap serius ancaman Virus Corona karena mereka tidak melakukan apa yang China lakukan. (Hampir semua kasus di Beijing yang diumumkan kepada publik adalah warga negara China yang pulang ke rumah).

Orang Tua dan Adik Positif Corona, Eva Sempat Ditolak saat Periksakan Diri di RS: Bisa Mati Cemas

Sementara itu, bukan dari pejabat senior, beberapa tokoh diplomatik China yang terkenal menggunakan media sosial untuk menyebarkan teori bahwa Amerika mungkin telah menggunakan Virus Corona sebagai senjata dan menaruhnya ke China.

Atau mengatakan bahwa Italia mungkin telah memiliki kasus Virus Corona lebih awal dibandingkan China.

China menabur benih keraguan dan mempertanyakan kebenaran yang diasumsikan saat mereka berusaha memperbaiki reputasinya sebagai negara asal Covid-19.

Informasi terbaru apa yang terjadi di Asia?

  • Hampir seluruh wilayah India berpenduduk 1,3 miliar orang menjalani karantina atau 'lockdown'. Layanan bus, kereta api dan alat transportasi lainnya dihentikan sementara. Pada Senin lalu, pihak berwenang mengatakan penerbangan domestik juga akan dihentikan. Negara ini melaporkan ada 485 kasus corona dan sembilan orang meninggal. Perdana Menteri Narendra Modi akan membahas masalah ini lagi malam ini.
  • Negara tetangga India, Pakistan mengumumkan peningkatan kasus dua kali lipat lebih banyak- menjadi 878 kasus pada Senin malam. Pembatasan masih diberlakukan meskipun pemerintah telah berhenti memberlakukan 'lockdown' secara nasional. Namun beberapa provinsi telah mengumumkannya secara independen. Tentara dikerahkan untuk membantu menegakkan larangan tersebut.
  • Bangladesh, yang melaporkan ada 33 kasus dengan tiga kematian, juga mengerahkan angkatan senjatanya untuk membantu mengatur 'social distancing' dan meningkatkan tindakan-tindakan pencegahan dari paparan Covid-19. Para tentara juga ditugaskan untuk memonitor ribuan orang asing yang dikarantina. Di seluruh Asia selatan, ada kekhawatiran bahwa jumlah kasus sebenarnya bisa jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan.
  • Indonesia, terdapat 49 kematian akibat Covid-19, tertinggi di Asia Tenggara- telah mengubah Wisma Atlet yang dibangun untuk tempat tinggal para atlet saat Asian Games 2018 lalu menjadi rumah sakit darurat untuk pasien Virus Corona. Keadaan darurat juga telah diumumkan di Jakarta pada Senin lalu.
  • Di Thailand, keadaan darurat selama sebulan yang akan mencakup batasan jam malam dan pos-pos pemeriksaan akan dimulai pada Kamis mendatang. Pemerintah mendapatkan kritikan tajam karena gagal mengambil tindakan tegas sejauh ini. Akibatnya, empat orang telah meninggal dan hampir 900 orang dinyatakan positif Corona.
  • Nasib Olimpiade 2020 di Jepang akan dibicarakan oleh perdana menteri Jepang dan Komite Olimpiade Internasional.
  • Myanmar telah mengumumkan terdapat dua kasus Virus Corona.

Pertempuran Eropa melawan virus semakin intensif

Halaman
123
Sumber: BBC Indonesia
Tags:
Covid-19Virus CoronaCoronaWuhanLockdown
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved