Breaking News:

Virus Corona

Jangan Disepelekan, Sekedar Pergi ke Rumah Teman pada Masa Social Distancing Corona adalah Ide Buruk

Anda mungkin merasa bosan di rumah dan stres dengan berita pandemi Virus Corona. Lalu apakah sekedar pergi ke rumah teman atau tetangga berisiko?

Tribun-Video/Buyung Haryo
ILUSTRASI Virus Corona 

TRIBUNWOW.COM - Beberapa dari kita mungkin merasa bosan di rumah dan stres dengan berita pandemi Corona'>Virus Corona yang terus menelan korban jiwa.

Oleh karena itu, kita akan senang jika melihat teman atau salah satu anggota keluarga kita tinggal tak jauh dari rumah kita.

Lalu kita pun berniat untuk mengunjungi orang yang dekat dengan kita untuk menghilangkan kesepian.

Namun, apakah itu berisiko?

dr Tirta Cerita Pengorbanan Tim Medis Lawan Corona: Ibarat PUBG, Lawan Pakai AWP, Kita Pakai Panci

Pakar kesehatan menyarankan, demi alasan kehati-hatian, sebaiknya kita tetap berada di rumah.

Melakukan social distancing bukan hanya menghindari bar dan restoran, melainkan juga tinggal di rumah dan tidak mengunjungi teman yang tampaknya sehat.

"Kita bermain dengan api jika mengunjungi teman," kata Jagdish Khubchandani, seorang profesor ilmu kesehatan di Ball State University.

"Pada titik ini, kita harus bertindak seolah semua orang terinfeksi. Kita bisa menjadi risiko bagi diri kita, keluarga kita, teman-teman kita, dan seluruh komunitas."

Di ILC, Fadjroel sampai Pegang Dahi saat dr Tirta Kritik Achmad Yurianto: Bicara Tak Dikontrol Ya?

Khubchandani merujuk pada penelitian baru di China yang menunjukkan bahwa orang yang tidak bergejala adalah justru yang paling banyak menyebarkan Covid-19.

Banyak kasus, kata dia, yang relatif ringan sehingga kita mungkin tidak menyadari kita telah terinfeksi.

Bahkan, orang yang terinfeksi bisa jadi baru menunjukkan gejala setelah berminggu-minggu kemudian.

Itulah mengapa sangat penting membuat lingkaran sosial kita sekecil mungkin dan menjadi "anti-sosial" saat ini.

"Satu-satunya orang yang harus kita temui adalah mereka yang tidak dapat kita hindari, mereka yang hidup dengan kita sebelum pandemi ini dimulai, dan hubungan stabil seperti pasangan dan keluarga inti," kata Khubchandani.

"Bahkan dalam kasus-kasus itu, perlu semua tindakan pencegahan, kebersihan, dan jarak sebanyak mungkin."

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved