Breaking News:

Virus Corona

WHO Ganti Istilah Social Distancing Jadi Physical Distancing, Apa Bedanya?

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa istilah social distancing kini berganti menjadi physical distancing. Apa bedanya?

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Virus Corona 

TRIBUNWOW.COM - World Health Organization (WHO) melalui Dr Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis tanggapan COVID-19 dan kepala unit penyakit dan zoonosis yang muncul di WHO menyatakan bahwa istilah social distancing kini berganti menjadi physical distancing.

Pernyataan tersebut dilayangkan pada konferensi pers WHO tentang Covid-19, Jumat 20 Maret 2020.

Perubahan ini terjadi akibat makna istilah social distancing atau pembatasan sosial berkaitan dengan interaksi sosial, sehingga ketika dibatasi maka akan muncul persepsi pemutusan hubungan antar manusia.

Soal Isu Lockdown akibat Corona, Karni Ilyas Soroti Nasib Pekerja Harian: Kalau Cuma Teriak Gampang

Oleh karena itu WHO mengubahnya menjadi physical distancing atau pembatasan jarak, karena yang dibutuhkan kan jaga jarak secara fisik, bukanlah pemutusan hubungan dengan orang lain.

"Anda mungkin pernah mendengar kami menggunakan frasa jarak fisik (physical distancing), bukan jarak sosial (social distancing) dan salah satu hal untuk menyoroti apa yang dikatakan Mike tentang menjaga jarak fisik (physical distancing) dari orang-orang sehingga kami dapat mencegah virus dari transfer ke satu lain; itu sangat penting." ucap Dr Maria Van Kerkhove, seperti dikutip dari audio koferensi pers WHO.

"Tetapi itu tidak berarti bahwa secara sosial kita harus memutuskan hubungan dengan orang yang kita cintai, dari keluarga kita." tambahnya.

Pelajar di Tanjung Priok Tawuran di Tengah Social Distancing Virus Corona, 1 Orang Tewas

Meski saat ini kita sedang menerapkan physical distancing, bukan berarti kita tidak bisa menjalin hubungan dengan orang lain, sebaliknya kita tetap bisa berkomunikasi melalui teknologi.

"Teknologi saat ini telah sangat maju sehingga kita dapat tetap terhubung dalam banyak hal tanpa benar-benar secara fisik berada di ruangan yang sama" ujar Dr Kerkhove.

Sekali lagi, WHO menegaskan kini bukan lagi social distancing, melainkan physical distancing.

"Kami berubah untuk mengatakan jarak fisik (physical distancing) dan itu sengaja karena kami lakukan karena kami ingin orang-orang tetap terhubung." katanya.

Dengan demikian, WHO mengimbau masyarakat dunia untuk tidak memberlakukan pembatasan sosial dan memutuskan komunikasi dengan orang lain.

Melainkan untuk terus mengeksplorasi berbagai hal agar kita tetap terhubung karena hal tersebut berdampak pada kondisi kesehatan baik mental maupun fisik.

"Jadi temukan cara untuk melakukan itu, temukan cara melalui internet dan melalui media sosial yang berbeda untuk tetap terhubung karena kesehatan mental Anda melalui ini sama pentingnya dengan kesehatan fisik Anda." tuturnya.

Kisah Maidar, Ilmuwan Asal Aceh di Jerman Hadapi Virus Corona, Sembunyi di Bunker sejak 27 Februari

Di Indonesia, hal demikian juga langsung tetapkan dan diinformasikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD pada Senin (23/3/20) lalu.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved