Virus Corona
Di ILC, Reaksi Jubir Presiden saat Haris Azhar Sebut Pemerintah Lebih Lamban dari Corona
Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar menyoroti delapan orang dokter yang meninggal dunia akibat Virus Corona.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
"Jadi ketika pemerintah belum bisa melakukan lockdown, kami yang berjalan," kata Tirta.
"Apakah kami dibayar? Tidak, karena saya sendiri punya bisnis yang lain, dan teman-teman punya uang. Ini saatnya kita satu negara saling membantu."
Lebih lanjut, Tirta mengungkap hal ironis yang dialaminya saat akan membeli masker untuk para tenaga medis yang berjuang merawat pasien Corona.
"BNPB jujur kemarin kita apresiasi, terima kasih buat BNPB, tapi yang jelas saya inisiatif menggalang dana juga," kata Tirta.
"Saya sebagai dokter membeli reseller masker Pak Karni, ini yang paling ironis."
Dengan menggunakan sebagian dana pribadi, Tirta tetap membeli masker tersebut meski dengan harga tinggi.
"Masker itu saya beli harga reseller senilai 420 juta, 200 dari duit saya sendiri," ucap Tirta.
"Karena, 'Mas Tirta kenapa beli masker harga reseller, itu kan kasih keuntungan?'."
Tirta menyatakan, dirinya tak peduli dengan harga masker yang tinggi.
• Ada 519 Kasus Virus Corona dengan 10 Kematian, India Berlakukan Kebijakan Lockdown dan Karantina
Sebab, jika masker tersebut tak dibelinya, para tenaga medis bisa saja tewas karena tertular Corona.
"Kalau saya enggak beli masker harga reseller yang dijual oknum ini yang entah gimana ada di oknum terus, teman saya mati di belakang," kata dia.
Terkait hal itu, ia lantas menyindir oknum yang menimbun masker di tengah bencana ini.
Tirta menyebut, para penimbun masker itu kini memperoleh keuntungan yang besar.
"Jadi saya beli reseller, dan mereka kaya raya dapat mobil, mungkin Mini Cooper sebulan," kata dia.
"Tapi ya saya bodo amat, yang penting teman saya selamat."
(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Reaksi Jubir Presiden Fadjroel Rachman saat Haris Azhar Sebut Pemerintah Lebih Lamban dari Corona