Virus Corona
UPDATE Jumlah Positif Corona di Indonesia: Tambah 107 Total 686 Pasien, Ini Daerah Sebaran Covid-19
Jumlah pasien positif Virus Corona di Indonesia kembali mengalami lonjakan cukup derastis pada hari Selasa (24/3/2020). Ini Daerah Sebarannya.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Lailatun Niqmah
Kematian akibat Virus Corona di Italia sekitar 4.827 kasus, sehingga fatality rate-nya sekitar 9,01 persen.
Tingkat kematian di Italia bahkan lebih dari dua kali tingkat kematian Virus Corona di dunia.
Lalu disusul Indonesia pada Senin (24/3/2020), sudah tercatat ada 579 kasus.
• Tiadakan UN untuk SD, SMP, dan SMA karena Corona, Syaiful Huda Ungkap Alternatif Kelulusan Pelajar
Dari 579 kasus tersebut, sudah ada 49 orang meninggal sehingga fatality rate-nya sekitar 8,46 persen.
Tingkat kematian di Indonesia bahkan lebih tinggi di Iran, di mana negara tersebut sudah berkutat cukup lama dalam masalah Virus Corona dibanding Indonesia.
Pada Minggu, tercatat ada 21.638 kasus positif Virus Corona di Iran,
Kematian akibat Virus Corona di Iran sekitar 1.685 kasus, sehingga fatality rate-nya sekitar 7,78 persen.
Selain itu, negara tetangga Indonesia yakni Filipina juga memili tingkat kematian yang cukup tinggi.
Dari 380 kasus per Minggu, sudah ada 25 meninggal sehingga tingkat kematiannya 6,58 persen.
Sehingga, tingkat kematian di Indonesia akibat Virus Corona per minggu berada di peringkat kedua tertinggi di dunia.
Lihat videonya sejak menit awal:
Tanggapan Ahli soal Tingkat Kematian yang Tinggi
Dilansir TribunWow.com dari Kompas.com pada Kamis (19/3/2020), Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Dr Panji Hadisoemarto MPH mengaku tak terkejut.
Panji menduga hal itu terjadi karena kemungkinan Indonesia mengalami under diagnosis atau tak terdeteksi.
Ia mengatakan, jika kasus bergejala ringan banyak ditemukan maka presentase kematian akan menurun.
Kemungkinan, orang-orang yang meninggal itu hanya menampakan gejala Covid-19 yang ringan.
"Jadi, ada kasus infeksi Covid-19 yang tidak terdeteksi atau terdiagnosis. Mungkin karena sakitnya ringan, mungkin karena RS atau dokternya belum aware kalau itu kemungkinan Covid-19, dan sebab lain."
"Sebagian di antara yang tidak terdiagnosis ini juga mungkin meninggal," ujar Panji saat dihubungi Kompas.com, Rabu (18/3/2020).
• Jokowi Pastikan Rapid Test Corona Mulai Sore Ini di Jakarta Selatan: Didatangkan dari Rumah ke Rumah
Menurut dia, angka kematian yang cukup banyak di Indonesia bukan karena virusnya sangat membahayakan.
Namun, cara mendeteksi atau menemukan penderita covid-19 kurang maksimal.
"Jadi proporsi yang meninggal saya rasa enggak setinggi itu. Dengan kata lain, angka kematian tinggi mungkin bukan karena virusnya lebih ganas, tapi kitanya yang kurang 'ganas' mencari orang-orang yang sakit Covid-19," lanjutnya.
Menurut dia, saat ini tak ada angka yang benar-benar dapat dipastikan terkait Virus Corona.
Lalu, ia memprediksi bahwa covid-19 di Indonesia akan tetap meningkat bahkan bisa pesat.
Namun, menurutnya ada tiga faktor untuk menurunkan tingkat kematian covid-19 di Indonesia.
Pertama, dia mengungkapkan sebarapa banyak orang lansia yang terjangkit, jika memang banyak maka angka kematian bisa lebih banyak.
"Kalau lansia banyak yang sakit, ya angka kematian bisa tinggi," ungkap dia.

• Ekonomi Menurun akibat Corona, Haris Azhar Malah Singgung Airlangga Hartanto: Kerja Keras Dong
Kedua, seberapa cepat Indonesia bisa mendeteksi orang yang terkena Virus Corona.
Semakin cepat terdeteksi maka semakin kecil kemungkinan tingkat kematian yang tinggi.
Ketiga, faktor seberapa kemampuan sistem kesehatan Indonesia menangani Covid-19.
Misalnya, sebagian pasien membutuhkan alat-alat tertentu seperti ventilator maupun ruang ICU yang jumlahnya terbatas.
Jika mereka tidak mendapatkan hal itu, maka tingkat kematian bisa semakin besar.
(TribunWow/Elfan Nugroho/Mariah Gipty)