Virus Corona
Jokowi Prediksikan Penurunan Pendapatan karena Corona, Ojek Bisa Turun hingga 44 Persen
Presiden RI Joko Widodo membuka prediksi penurunan pendapatan akibat wabah Virus Corona
Penulis: anung aulia malik
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memaparkan dampak wabah Virus Corona (Covid-19) terhadap pendapatan sejumlah profesi di Indonesia.
Jokowi memprediksi penurunan pendapatan berdasarkan asumsi wabah Covid-19 di Indonesia berada di skala sedang.
Profesi yang diprediksi pendapatannya turun antara lain adalah buruh, petani, hingga sopir angkutan umum.

• Masa Darurat Virus Corona Diperpanjang, Kemenhub Batalkan Mudik Gratis
Dikutip dari YouTube Kompastv, Selasa (24/3/2020), awalnya Jokowi menjelaskan penurunan paling drastis bagi profesi buruh, akan dirasakan oleh warga Nusa Tenggara Barat.
"Ini saya berbicara skenario sedang, misalnya profesi buruh, kalau skenarionya sedang, yang terparah nanti akan berada di Nusa Tenggara Barat, akan ada penurunan pendapatan kurang lebih 25 persen," kata Jokowi.
Lalu untuk petani, dan nelayan Jokowi mengatakan penurunan pendapatan bagi warga Kalimantan Barat diprediksi bisa mencapai angka 34 persen.
"Kemudian untuk petani, dan nelayan, ini tolong juga hati-hati, kalau skenarionya sedang, ini yang terparah nanti Kalimantan Barat, akan ada penurunan pendapatan sampai 34 persen," jelasnya.
Jokowi mengatakan penurunan pendapatan terbesar bagi pedagang mikro juga masih berada di Pulau Kalimantan.
"Kemudian pedagang mikro, pedagang kecil, kalau skenarionya sedang yang berat adalah di Kalimantan Utara, dengan penurunan pendapatan sampai 36 persen," ujarnya.
Terakhir, Jokowi membuka prediksi penurunan terbesar bagi sopir angkot, dan ojek, yakni di Sumatera Utara.
"Kemudian untuk sopir angkot, dan ojek yang paling berat di Sumatera Utara, turunnya sampai 44 persen," terang Jokowi.
Berdasarkan keterangan Juru Bicara Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, per Senin (23/3/2020), terhitung total 579 orang positif Covid-19.
Jumlah tersebut naik 65 pasien, dari angka sebelumnya, yakni 514 pasien.
"Sehingga total saat ini ada 579 pasien positif Covid-19," ungkap Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Senin.
Empat puluh sembilan pasien telah meninggal, dan 30 pasien telah diumumkan sembuh.