Cerita Selebriti

Dengan Nada Tinggi, Arya Claproth Peringatkan Karen Pooroe: Fitnah Lebih Kejam dari Pembunuhan

Suami penyanyi Karen Poore, Arya Satria Claporth merasa difitnah dengan laporan sang istri di Polres Jakatta Selatan.

Dengan Nada Tinggi, Arya Claproth Peringatkan Karen Pooroe: Fitnah Lebih Kejam dari Pembunuhan
Kolase/Grid.ID/Kompas.com
Karen Pooroe dan Arya Satria Claproth. 

TRIBUNWOW.COM - Suami penyanyi Karen Poore, Arya Satria Claporth merasa difitnah dengan laporan sang istri di Polres Jakatta Selatan.

Arya menyebut telah menerima Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus dugaan pengeroyokan dan penodongan pistol yang dibuat Karen.

"Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, ingat itu," kata Arya dengan nada yang tinggi dalam jumpa pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (23/3/2020).

Kolase foto Arya Claproth dan Karen Pooroe.
Kolase foto Arya Claproth dan Karen Pooroe. (Capture YouTube Esge Entertainment)

Meskipun demikian, Arya telah memaafkan tindakan yang disebutnya dilakukan Karen.

"Zinah aja gua maafin. Gua lapor kok perzinaan, lu zina gua maafin. Bukan cuma satu pria, beberapa pria," Arya menegaskan.

Namun, terkait hal kasus tuduhan pengeroyokan dan penodongan pistol Arya meminta Karen meminta maaf di surat kabar ternama Indonesia.

Arya Claproth Tuntut Karen Pooroe Minta Maaf setelah Laporan soal Dugaan Pengeroyokan Dihentikan

"Hubungi kuasa hukum saya, lakukan permohonan maaf atas ini (menunjukkan surat SP3), ke tiga media besar yang di koran," ucapnya.

Arya memberikan waktu selama tiga hari ke depan kepada Karen untuk meminta maaf.

Jika Karen tidak melakukan hal tersebut, Arya berencana melapor balik Karen ke pihak kepolisian.

"Term and condition-nya tanya sama Bapak (kuasa hukum Arya), 3x24 jam, bukan 1x24 jam. Kita kasih 3x24 jam. Kalau tidak? Kita akan lapor balik," ucapnya dengan tegas.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved