Cerita Selebriti

Arya Claproth Tuntut Karen Pooroe Minta Maaf setelah Laporan soal Dugaan Pengeroyokan Dihentikan

Polisi mengeluarkan SP3 kasus dugaan pengeroyokan dan penodongan senjata api yang dilaporkan Karen Pooroe.

Arya Claproth Tuntut Karen Pooroe Minta Maaf setelah Laporan soal Dugaan Pengeroyokan Dihentikan
Kolase/Kompas.com/Revi C Rantung
Arya Satria Claproth dan Karen Pooroe. 

TRIBUNWOW.COM - Polisi mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus dugaan pengeroyokan dan penodongan senjata api yang dilaporkan Karen Pooroe.

Karen Pooroe sebelumnya melaporkan pihak suaminya, Arya Satria Claproth atas dugaan pengeroyokan dan penodongan dengan senjata api.

Terkait dihentikannya penyidikan kasus tersebut, Arya Satria Claproth mengaku akan memaafkan sang istri Karen Pooroe.

Namun, Arya memberikan satu syarat, yakni Karen harus meminta maaf terlebih dahulu.

Kolase foto Karen Pooroe dan Arya Claproth.
Kolase foto Karen Pooroe dan Arya Claproth. (Capture YouTube KH Infotainment/MOP Channel)

Karen Pooroe Sebut Arya Claproth Pernah di Rumah Sakit Jiwa Selama 4 Tahun, Ini Kata Pengacara

Kemudian, permintaan maaf itu dimuat tiga media surat kabar ternama Indonesia.

"Hubungi kuasa hukum saya, lakukan permohonan maaf atas ini (menunjukkan surat SP3), ke tiga media besar yang di koran," ucap Arya dalam jumpa pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (23/3/2020).

Lebih lanjut, Arya memberikan waktu selama tiga hari ke depan kepada Karen Pooroe untuk membuat permintaan maaf tersebut.

Dengan ancaman, apabila tidak dilakukan maka Arya berencana akan melapor balik Karen ke pihak kepolisian.

"Term and condition-nya tanya sama bapak (kuasa hukum Arya). 3x24 jam, bukan 1x24 jam. Kita kasih 3x24 jam. Kalau tidak? Kita akan lapor balik," ucap Arya dengan tegas.

Kemudian, Arya Claproth membacakan pasal 317 KUHP tentang Delik Pengaduan Fitnah.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Atri Wahyu Mukti
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved