Virus Corona
WHO Ungkap Lockdown Kurang Efektif Cegah Sebaran Virus Corona: Bahayanya Penyakit akan Lompat Lagi
Direktur Eksekutif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dr. Mike Ryan mengatakan langkah lockdown yang diterapkan banyak negara di dunia kurang efektif
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Tanggapan Ahli Biologi soal WHO Ungkap Virus Corona Bisa Bertahan di Udara
World Health Organization (WHO) baru saja mengungkap fakta baru bahwa Virus Corona bisa bertahan hidup di udara (survive in airborne).
Hadir di kanal YouTube Apa Kabar Indonesia Malam tv One pada Minggu (22/3/2020), Wakil Kepala Lembaga Eijkman Institute, Professor David Handojo Muljono lantas memberikan komentar.
Mulanya, Professor David Handojo Muljono mengatakan penularan karena dekat dengan penderita Virus Corona hingga terkena cairan dropletnya masih menjadi faktor terbesar penularan Covid-19.
• Istana Pastikan Birokrasi Tak akan Hambat Penanganan Corona, Dany Ichdan: Perlu Kita Jaga Sama-sama

"Tapi lebih intens kalau melalui udara ataupun partikel-partikel yang terhirup," kata Prof David.
Pernyataan tersebut lantas mengundang presenter untuk bertanya terkait penelitian WHO yang dilakukan baru-baru ini.
"Prof David ini juga baru saja mengeluarkan hasil penelitiannya di awal pekan bahwa Virus Corona ini survive in airbone atau bisa bertahan di udara dalam jangka waktu cukup lama?' tanya presenter.
Prof David menjelaskan bahwa virus dari droplet orang batuk itu bisa bertahan di udara.
Hal itu dipengaruhi dengan kelembababan yang tinggi dan berat virus yang ringan.
Akibatnya, virus itu tidak akan mudah jatuh ke bawah.
• Pasien Positif Corona yang Meninggal di Batam Sempat Hadiri Acara GPIB, Ini Riwayat Perjalanannya
"Nah juga ini dapat diartikan bahwa virus itu bisa bertahan setelah seseorang batuk kan terutama kalau kelembaban tinggi dan berat jenis virus ini ringan."
"Sehingga dia tidak serta merta ketarik gravitasi bumi ke bawah tapi dia bisa melayang," ungkap Prof David.
Sehingga, jika orang berdekatan dengan pasien Virus Corona maka risiko penularan makin tinggi.
"Kalau jarak dekat lebih mudah terhirup begitu," lanjutnya.
"Jadi bisa mengambang, melayang?" tanya presenter lagi.