Terkini Nasional

Rupiah Melemah dan Dekati Rp 17.000, Fundamental Ekonomi RI Disebut Jauh Lebih Kuat dari Krisis 1998

Nilai tukar rupiah di pasar spot terus melemah pada Senin (23/3/2020) siang ini dan mencapai level Rp 15.950 per dollar AS.

Tribunnews.com/Herudin
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS 

TRIBUNWOW.COM - Nilai tukar rupiah di pasar spot terus melemah pada Senin (23/3/2020) siang ini.

Mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada pukul 11.00 WIB Rp 16.550.

Angka tersebut lebih lemah 590 poin atau 3,7 persen dibanding penutupan perdagangan yang berada di level Rp 15.950 per dollar AS.

WHO Sebut Strategi Lockdown Tak Bisa Perangi Virus Corona: Penyakit akan Muncul Lagi

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tersebut kian mendekati level rupiah ketika Indonesia mengalami krisis moneter di tahun 1998 yakni Rp 16.650 per dollar AS.

Chief Economist PT Bank Permata (Tbk) Josua Pardede menjelaskan, meski level rupiah sudah jauh melemah, fundamental perekonomian Indonesia sudah jauh lebih kuat dibandingkan dengan dua dekade yang lalu.

Krisis yang kala itu dipicu oleh krisis mata uang bath Thailand dan sebagian utang luar negeri swasta yang tidak dilindungi nilai (hedging) mendorong tekanan pada rupiah mencapai 600 persen dalam kurun waktu kurang dari setahun.

"Krisis mata uang bath Thailand diperburuk dengan pengelolaan utang luar negeri swasta yang tidak prudent karena sebagian utang luar negeri swasta tidak dilindungi nilai, penggunaan utang jangka pendek untuk pembiayaan usaha jangka panjang, serta utang luar negeri yang dipergunakan untuk pembiayaan usaha yang berorientasi domestik," jelas Josua kepada Kompas.com, Senin (23/3/2020).

Temannya Meninggal Dunia karena Virus Corona, Raditya Dika: Virus Ini Serius, Jangan Diremehkan

Dia menambahkan, pada 1998, krisis utang luar negeri swasta tersebut mendorong tekanan pada rupiah.

Tingkat depresiasi rupiah mencapai sekitar 600 persen dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun, yaitu dari Rp 2.350 per dollar menjadi Rp 16.000 per dolla.

Adapun saat ini, pengelolaan utang luar negeri swasta sudah jauh lebih berhati-hati.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved