Terkini Nasional
Di Tengah Corona, Nilai Rupiah Turun hingga Rp 16.000 per USD, Tanda Pra-Krisis Ekonomi
Rupiah merosot ke Rp 16.000 per USD, terhitung sejak Kamis (19/3/2020), Ekonom INDEF menyebut tren negatif tersebut sebagai tanda pra-krisis ekonomi
Penulis: anung aulia malik
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Aktivitas perekonomian di Indonesia kini sedang terganggu dengan adanya wabah Virus Corona (COVID-19).
Penerapan social distancing atau pemisahan jarak sosial, mengharuskan orang-orang untuk berkegiatan di rumah, dan menghindari keramaian.
Di tengah situasi tersebut, berdasarkan data Bloomber, Kamis (19/3/2020), kurs rupiah terhadap dollar AS sudah menembus angka Rp 16.000 per USD.

• Najwa Shihab Pertanyakan Data Corona Anies Baswedan: Saya Tahu Anda Tidak akan Mau Menjawab
Dikutip dari Kompas.com, berikut adalah nilai tukar dollar AS di 6 bank, per Kamis (19/3/2020).
Bank Jual Beli
BCA 16.030 15.830
Mandiri 16.150 15.850
BRI 16.245 15.805
BNI 15.929 15.744
CIMB Niaga 15.849 15.789
Indikator Pra-krisis Ekonomi
Ekonom INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan kondisi perekonomian Indoneisa kini sedang lesu.
Dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (19/3/2020), tren negatif turunnya nilai rupiah, disebut Bhima sebagai tanda pra- krisis ekonomi di Indonesia.
"Tidak bisa ditutupi lagi bahwa kondisi ekonomi semakin memburuk, pelemahan kurs rupiah terhadap dollar yang bergerak dalam tempo yang cepat menjadi indikator pra-krisis ekonomi," ujar Bhima kepada Tribunnews, Kamis (19/3/2020) siang.
Bhima mengatakan di antara negara-negara Asia Tenggara lainnya, kesempatan Indonesia menjaga stabilitas kurs mata uangnya paling rendah.