Virus Corona

Hasil Studi, Penelitian yang Didanai Amerika Sebut Corona Tahan Berhari-hari di Permukaan Benda

Penelitian yang didanai Amerika Serikat menerbitkan hasil studinya pada Selasa (17/03/2020).

Tribun-Video/Buyung Haryo
ILUSTRASI Virus Corona. 

TRIBUNWOW.COM - Penelitian yang didanai Amerika Serikat menerbitkan hasil studinya pada Selasa (17/03/2020).

Hasil studi tersebut mengatakan bahwa selama berada di permukaan, Virus Corona bisa bertahan berhari-hari.

Ada pun di udara bisa bertahan beberapa jam.

Aktifitas pekerja saat jam pulang kantor di kawasan Stasiun MRT Dukuh Atas Jakarta, Senin (16/3/2020). Himbauan pemerintah untuk bekerja dari rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19 tidak diindahkan sejumlah perusahaan yang berada di sekitar Jalan Sudirman-Thamrin, hal itu terlihat dari masih banyaknya aktifitas pekerja dan kemacetan lalulintas. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Aktifitas pekerja saat jam pulang kantor di kawasan Stasiun MRT Dukuh Atas Jakarta, Senin (16/3/2020). Himbauan pemerintah untuk bekerja dari rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19 tidak diindahkan sejumlah perusahaan yang berada di sekitar Jalan Sudirman-Thamrin, hal itu terlihat dari masih banyaknya aktifitas pekerja dan kemacetan lalulintas. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Dinyatakan Negatif Covid-19, Maruf Amin Jelaskan Langkah Pemerintah Pencegahan Virus Corona

Pakar menemukan bahwa virus yang menyebabkan penyakit Covid-19 memiliki tingkat kelayakan yang serupa di luar tubuh dengan pendahulunya yang menyebabkan SARS.

Itu mengapa, terdapat faktor-faktor lain seperti penularan lebih besar dari orang tanpa gejala menjadi pandemi besar daripada wabah SARS pada 2002-2003.

Makalah baru ini diterbitkan dalan New England Journal of Medicine (NEJM) dan dilakukan para pakar dari Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Universitas California, Los Angeles dan Princeton.

Jika Virus Corona menempel pada tembaga, dapat dideteksi sampai empat jam.

Jika menempel pada plastik, dapat dideteksi sampai tiga hari.

Dan jika menempel pada kardus, akan bertahan selama 24 jam. Tim pakar juga menggunakan nebulizer untuk melakukan simulasi batuk dan bersin.

Hasilnya, virus berubah menjadi aerosol yang partikelnya melayang di udara, membuatnya terdeteksi hampir selama tiga jam.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Atri Wahyu Mukti
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved