Virus Corona
Pasien Positif Virus Corona Tambah 38 Orang, Jadi 172, 4 Provinsi Ini Jadi Penyumbang Terbanyak
Pasien positif terjangkit Virus Corona di Indonesia terus bertambah. Update terbaru, berjumlah 172 kasus atau mengalami 26 penambahan.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Pasien positif terjangkit Virus Corona di Indonesia terus bertambah.
Update terbaru, jumlah pasien positif Covid-19 bertambah 38, menjadi total 172 kasus.
Hal itu disampaikan oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, seperti yang dilansir TribunWow.com dari tayangan youtube KompasTV, Selasa (17/3/2020) sore.

• Kondisi Terkini Menhub Budi Karya Sumadi setelah Dinyatakan Positif Virus Corona, Mulai Stabil
Achmad Yurianto mengatakan dari 38 penambahan tersebut, rinciannya 20 di antaranya berasal dari pemeriksaan oleh Badan Litbang Kesehatan.
Sedangkan 6 lainnya dari pemeriksaan oleh Universitas Airlangga.
Sementara itu. untuk pasien pocitif Virus Corona yang meninggal, dikatakan tetap 5 orang.
"Tanggal 16, kita sudah himpun datanya dari pagi sampai dengan malam, ada penambahan kasus baru lagi sebanyak 20 orang dari pemeriksaan spesimen yang dilaksanakan oleh Badan Litbang Kesehatan," ujar Achmad Yurianto.
"Dan ditambah lagi 6 orang dari spesimen yang diperiksa oleh Universitas Airlangga," jelasnya.
"Sehingga total saat ini adalah 172 kasus, di mana kasus meninggal tetap 5."
Kemudian Achmad Yurianto menjelaskan ada empat provinsi untuk penambahan terbanyak pasien positif Virus Corona.
Yaitu dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Kepulauan Riau.
"Penambahan terbanyak adalah dari Provisi DKI, kemudian dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Provinsi Kepulauan Riau," ungkapnya.
• BNPB Perpanjang Masa Darurat Bencana akibat Virus Corona hingga 29 Mei
Lebih lanjut, dirinya juga mengungkapkan kabar baik dari para pasien yang sebelumnya sudah terpapar Virus Corona.
Menurutnya, sejauh ini sudah ada 9 pasien yang dinyatakan sudah sembuh dan diperbolehkan untuk pulang.
Dirinya berharap, pada pemeriksaan kedua akan kembali mendapatkan kabar baik lagi.
"Secara umum kondisi yang dirawat sudah membaik, kemudian beberapa pasien yang kemarin sudah kita laporkan di awal sudah ada 9 orang yang dinyatakan sembuh dan bisa pulang," kata Achmad Yurianto.
"Dan masih ada beberapa orang lagi yang insya Allah dengan pemeriksaan kedua, karena pemeriksaan pertama yang dilangsungkan hari ini dan kemarin sudah negatif."
"Maka kita tinggal menunggu interbal dua hari lagi untuk kita laksanankan pemeriksaan dan apabila negatif juga maka sudah bisa dipulangkan," pungkasnya.
Simak videonya:
Perawat Pasien Virus Corona Meninggal, Disebut Ada Dua Kemungkinan
Satu perawat yang menangani pasien Virus Corona meninggal dunia.
Dilansir TribunWow.com dari Kompas.com, Senin (16/3/2020), perawat tersebut berdasarkan laporan yang diterima, berasal dari Bekasi, Jawa Barat.
Kabar tersebut juga telah dikonfirmasi oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil mengatakan perawat tersebut meninggal di rumah sakit di Jakarta.
• Pertanyakan Keputusan Jokowi soal Corona, Haris Azhar Bandingkan dengan Malaysia yang Sudah Lockdown
"Laporan ke saya adalah perawat kesehatan. Dia meninggalnya di Jakarta. Tapi KTP-nya kami (Jawa Barat)," ujar Ridwan Kamil.
Lalu bagaimana dengan penjelasan pihak pemerintah?
Dilansir TribunWow.com dari tayangan Youtube KompasTV, Selasa (17/3/2020), Juru Bicara Penanganan Corona, Achmad Yurianto mengatakan ada dua kemungkinan yang terjadi.
Sebelumnya, Achmad Yurianto mengaku turut prihatin dengan kejadian tersebut.
Namun, dirinya mengingatkan jika hal itu sudah menjadi risiko dari pekerjaan yang dijalani.
"Ada tenaga kesehatan kita yang kemudian sampai meninggal," kata Achmad Yurianto.
"Kita berprihatin juga, tetapi sekali lagi, bahwa memang bekerja di dunia kesehatan, apalagi di rumah sakit, apalagi rumah sakit infeksi," sambungnya.
Oleh karena itu, Achmad Yurianto mengatakan betapa pentingnya tingkat perlindungan atau SOP (Standar Operasional Prosedur) sebelum melakukan suatu pekerjaan.
"Maka kita harus sadar betul bahwa risiko itu ada, bukan berarti pasrah, tidak, oleh karena itu standar SOP perlindungan diri mutlak di sini, mutlak harus dilakukan," jelasnya.
• Minta Jokowi Lebih Tegas Tangani Virus Corona, Mardani Ali: Jangan Bernarasi, Ambil Eksekusi
Menurut Achmad Yurianto, ada dua kemungkinan yang menjadi penyebab meninggalnya perawat tersebut.
Yaitu tertular dari pasien saat bekerja, atau terpapar karena kontak dengan orang lain di luar.
Oleh karena itu, pihaknya masih terus melakukan tracing kepada korban.
"Kita sedang melakukan kontak tracing, apakah ini ketularan dari kontak dengan pasien, atau di luar itu," ungkapnya.
"Karena perawat juga mempunyai lingkungan sosial di luar."
"Ini yang sedang kita tracing, dan tracing ini sedang berlangsung," pungkasnya.
Simak videonya:
(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)