Virus Corona
Bahas Solusi Corona di Indonesia, Jusuf Kalla: Sudah Terlalu Banyak Itu Didiskusikan, Dijelaskan
Jusuf Kalla mengatakan nasib selesainya wabah Corona di Indonesia bergantung pada partisipasi publik dalam menekan penyebaran virus tersebut
Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
"Masyarakat harus menyadari betul-betul bahwa ini bisa mengancam setiap orang, tidak terbatas siapa orangnya, pangkatnya, jabatannya, menteri pun kena," kata JK.
"Karena itu lah harus masing-masing melindungi dirinya untuk terhindar dari pada itu (COVID-19)."
"Yang paling penting adalah kesadaran kita semua, kemauan kita semua, jangan memandang enteng situasi," sambungnya.
• Tito Karnavian Puji Kecepatan Anies Baswedan Atasi Corona: Sudah Banyak yang Dilakukan Beliau
Lihat videonya di bawah ini mulai menit ke-2.40:
Prediksi Lonjakan Besar Pasien Positif Corona
Juru bicara pemerintah untuk penanganan wabah Virus Corona (COVID-19) Achmad Yurianto mengatakan bahwa Indonesia akan mengalami kenaikan pasien positif COVID-19 dalam jumlah yang cukup besar.
Pernyataan tersebut ia sampaikan saat mengadakan konferensi pers, Selasa (17/3/2020).
Lonjakan pasien positif COVID-19 dijelaskan Yuri, terjadi karena sejumlah hal, mulai dari hasil tracing pemerintah, hingga kesadaran masyarakat Indonesia.

• Pasien Positif Virus Corona Tambah 38 Orang, Jadi 172, 4 Provinsi Ini Jadi Penyumbang Terbanyak
"Kita menyadari bahwa akan terjadi penambahan pasien yang cukup signifikan nantinya," kata Yuri dikutip dari YouTube Kompastv, Selasa (17/3/2020).
Yuri lalu menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan naiknya jumlah pasien positif COVID-19, di antaranya adalah hasil dari melacak kontak pasien positif COVID-19, dan kesadaran dari masyarakat.
"Ini disebabkan karena satu, contact tracing aktif kita laksanakan," kata Yuri.
"Kedua, edukasi kepada masyarakat semakin gencar dilaksanakan, sehingga masyarakat pun sudah mulai menyadari bahwa mereka juga harus waspada."
Yuri mengatakan semakin naiknya tingkat kewaspadaan dan kesadaran pemerintah, maka mereka semakin memerhatikan kondisi kesehatan tubuh mereka.
Ia menambahkan tidak semua pasien yang melakukan kontak akan dilakukan pemeriksaan swab.
Pemeriksaan swab, nantinya hanya akan dilakukan terhadap pasien tertentu sesuai pertimbangan dokter.