Breaking News:

Virus Corona

Tanpa Lockdown, Ini Kunci Korsel Bisa Turunkan Kasus Virus Corona: Pakai Masker hingga Tes Gratis

Korea Selatan ternyata mampu menurunkan jumlah kasus virus corona secara drastis pekan ini.

AFP/YONHAP/SOUTH KOREA OUT
Para petugas dilengkapi pakaian pelindung menyemprotkan cairan desinfektan di sebuah pasar di daerah Daegu, Korea Selatan, menyusul meluasnya wabah virus corona di negara itu, Minggu (23/2/2020). Penyebaran virus corona hingga hari ini, Senin (24/2/2020), semakin menunjukkan peningkatan di sejumlah negara, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan. 

Misalnya mereka yang datang dari China, termasuk Hong Kong dan Makau tetapi tidak termasuk Taiwan, diperiksa suhu tubuhnya.

Sementara itu informasi kontak domestik mereka diverifikasi dan diharuskan mengisi kuisioner kesehatan.

Mereka juga diminta untuk mengunduh aplikasi diagnisa diri di ponsel dan dikelola secara intensif jika menunjukkan gejala.

Teknologi IT mutakhir dan kamera pengintai di mana-mana pun ditempatkan oleh Korsel untuk melacak sumber infeksi.

Identifikasi kasus bisa dilacak dari transaksi kartu kredit dan ponsel, yang mana informasi ini bisa dipakai untuk menelusuri siapa saja yang melakukan kontak dengan pasien.

Mereka yang berisiko ditempatkan dalam isolasi dan dikelola secara menyeluruh berdasarkan idividu oleh otoritas kesehatan.

Jika ada kekurangan tempat tidur di rumah sakit, Korsel telah mengubah banyak pusat pelatihan kerja dan fasilitas publik lainnya menjadi "pusat perawatan".

Tempat itu digunakan sebagau karantina bagi pasien yang menunjukkan gejala ringan virus dengan nama resmi SAR-CoV-2 ini.

Belajar dari pengalaman

Profesor Kim Woo-joo dari Korea University College of Medicine mengatakan Korsel belajar dari pengalaman saat mengatasi keadaan darurat sebelumnya.

Contohnya pandemi influenza H1N1 2009 yang mengakibatkan 750.000 kasus dan 180 korban meninggal dunia, serta wabah Mers 2015 yang menginfeksi 186 orang dan menewaskan 39 pasien.

"Kesadaran publik tentang perlunya kebersihan individu seperti mencuci tangan dan mengenakan masker juga telah meningkat pesat, berkat pengalaman mereka dari wabah-wabah sebelumnya," terang Kim.

Tak hanya mendidik masyarakat, negara yang terkenal dengan film drama dan K-Pop ini turut melatih petugas kesehatan mengatasi wabah pandemi, terutama untuk tes infeksi, melacak, dan mengisolasi kontak.

Tetap ada ancaman

Upaya-upaya yang dilakukan Korsel telah terbukti menurunkan jumlah kasus baru infeksi dalam beberapa hari belakangan.

Namun, "Negeri Ginseng" tetap harus waspada adanya infeksi ulang atau massal.

"Kita seharusnya tidak berpuas diri sama sekali," tegas Presiden Moon Jae-in.

Sementara itu KCDC mengingatkan infeksi massal bisa terjadi kapan pun.

Kasusnya seperti 60 orang yang terinfeksi saat bekerja di call center perusahaan asuransi.

Mereka terinfeksi karena kerjanya berdekatan satu sama lain.

Kemudian Distrik Guro di Seoul pada Senin lalu mengatakan setidaknya ada 46 orang terinfeksi di call center perusahaan asuransi, karena karyawan bekerja di ruangan tertutup dan tidak boleh memakai masker agar bisa berbicara jelas di telepon.

"Skenario terbaik adalah virus itu mati pada akhir Maret... Skenario terburuk adalah virus menyebar secara luas di kota metropolitan Seoul dan sekitarnya di provinsi Gyeonggi," kata Kim Woo-joo.

Lalu Kim Dong-hyun selaku Presiden Asosiasi Epidemiologi Korea, mengatakan sulit untuk mencegah penyakit Covid-19 menyebar di masyarakat, karena dapat terjadi selama periode tanpa gejala.

"Negara-negara harus mengambil langkah-langkah pencegahan yang drastis, bahkan pada tahap awal wabah terjadi," katanya.

(Kompas.com/Aditya Jaya Iswara)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Virus Corona di Korsel Bisa Turun Tanpa Lockdown, Ini Kuncinya"

Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved