Virus Corona
Debat dengan Fadjroel Rachman soal Virus Corona, Fadli Zon Akhirnya Puji Jubir Achmad Yurianto
Perdebatan terjadi antara Juru Bicara (Jubir) Presiden Joko Widodo, yakni Fadjroel Rachman dengan Politikus Gerindra, Fadli Zon.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Claudia Noventa
"Kita harus lebih bagus apa adanya untuk menjaga ini apa adanya," bantah Fadli.
• Kekhawatiran Melaney Ricardo karena Suaminya ke Australia saat Tom Hanks Positif Virus Corona: Sedih
Lalu, Polikus yang merupakan Wakil Ketua DPR ini memuji Juru Bicara (Jubir) Virus Corona, Achmad Yurianto yang juga hadir di acara Mata Najwa.
Menurutnya, apa yang diungkapkan Achmad Yurianto terkait Virus Corona jauh lebih baik dibanding, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.
"Dan saya kira, saya appreciate ini kepada juru bicara soal Corona ini Pak Achmad Yurianto."
"Dia jauh lebih bagus ketimbang Menteri Kesehatan di dalam membahasakan ini kepada publik ya," puji Fadli.
Lihat videonya mulai menit ke-9.20:
Achmad Yurianto Singgung Kasus Virus Corona di Singapura
Pada kesempatan itu, Achmad Yurianto mengungkapkan, bahwa cukup sulit jika pemerintah meniru apa yang dilakukan Singapura terkait kasus Covid-19 tersebut.
Mulanya, Najwa Shihab sebagai presenter menunjukkan website resmi Pemerintah Singapura, yang secara jelas mengungkap data pasien Virus Corona, termasuk di mana saja mereka sempat berkunjung.

• Kritik Pemerintah soal Virus Corona, Fadli Zon Benarkan Anies di Sampingnya: Jangan Buang Waktu
Lantas, Najwa Shibah bertanya pada Achmad Yurianto, apakah Indonesia bisa meniru Singapura.
Meski mengakui sistem itu merupakan hal yang bagus, tetapi Achmad Yurianto menegaskan bahwa hal itu tidak bisa begitu saja diterapkan di Indonesia.
Masyarakat Indonesia bisa panik jika tahu mereka tahu ada oranng terjangkit Virus Corona di suatu tempat.
Bahkan, pria yang akrab disapa Yuri itu mengatakan pasien Virus Corona sampai depresi karena terjangkit virus yang muncul akhir 2019 tersebut.
"Ya ini sesuatu yang ideal mestinya tapi kita tahu kondisi kita beda dengan Singapura."
"Kemarin saja ada satu kasus terpublish dan sekarang pasiennya depresi. (Tahu) karena kami yang merawat," ungkap Yuri.