Virus Corona
Di Depan Moeldoko, Ekonom INDEF Blak-blakan Kritik Penanganan Virus Corona: Kebijakan Tak Masuk Akal
Ekonom INDEF (Insitute For Development of Economics and Finance), Bhima Yudhistira mengkritik pemerintah terkait penanganan Virus Corona.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Ekonom Insitute For Development of Economics and Finance (INDEF ), Bhima Yudhistira mengkritik pemerintah terkait penanganan Virus Corona.
Hal itu diungkapkan Bhima Yudhistira di depan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko pada acar Mata Najwa, Rabu (4/3/2020).
Bhima Yudhistira menyayangkan sikap pemerintah yang sempat ingin menggelontorkan dana Rp 72 miliar bagi influencer untuk menarik wisatawan di tengah wabah Virus Corona yang melanda dunia.
• Ramai Virus Corona, Uya Kuya Lakukan Antisipasi, Tekan Tombol Lift Pakai Tisu hingga Tak Bersalaman
"Jadi ada kebingungan juga misalkan kemarin menggelontorkan 72 miliar tadinya mau digelontorkan dana untuk influencer ya untuk menarik wisatawan."
"Ini kan langkah yang tidak bijak kemudian baru berapa hari bahwa ini ditarik lagi bahwa ini ditunda sementara," kritik Bhima.
Lantas, Bhima membandingkan Pemerintah Singapura dalam menangani covid-19.
"Kenapa tidak berpikir seperti pemerintah Singapura? Bagaimana kemudian masker dibagikan secara gratis justru," lanjutnya.
Ia merasa aneh dengan kebijakan tersebut.
• Sama-sama Disertai Batuk, Apa Perbedaan Gejala Virus Corona, Influenza dan Flu Biasa?
Bhima mengatakan, siapa yang mau datang ke negara yang banyak suspect Virus Corona seperti Indonesia.
"Jadi anggaran negara itu bukan untuk digunakan influencer apalagi kemudian ini cukup aneh wisatawan asing mana yang mau datang di tengah ada wabah Virus Corona begini yah."
"Tiketnya murah diberikan diskon, diberikan insentif tapi ketika sampai di tempat yang suspect Coronanya besar itu justru kemudian tertular, dan biaya kesehatannya lebih besar," kritiknya.
Pria berkacamata ini menyimpulkan bahwa kebijakan pemerintah itu tak masuk akal.
"Jadi ini perilaku yang irasional, jadi kebijakan yang irasional menciptakan perilaku yang irasional ya," ungkap Bhima.
Lalu, Bhima lagi-lagi membandingkan Pemerintah Singapura.
• Arab Saudi Tanggungkan Umrah Selama 1 Tahun karena Virus Corona, Bagaimana Ibadah Haji?
Pemerintah Singapura bisa membagikan masker gratis demi melindungi warganya.
"Sehingga kenapa enggak seperti di Singapura preventifnya jelas ya. Tentara dikumpulkan untuk melakukan packing masker dan dibagikan secara gratis door to door kepada warganya."
"72 miliar itu sudah dapat berapa dus masker gratis gitu ya?" pungkasnya.
Lihat videonya mulai menit ke-5:48:
Sindiran Mahfud MD Terkait Kepanikan Virus Corona
Sementara itu, Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan, (Menkopolhukam), Mahfud MD, meminta agar semua orang tidak mendramatisir masalah Virus Corona termasuk Pemerintah Daerah (Pemda).
Mahfud MD meminta agar Pemda menenangkan warganya.
Dikutip TribunWow.com dari channel YouTube Kompas TV pada Rabu (4/3/2020), Mahfud MD menegeaskan bahwa pemerintah Indonesia siap menangani Virus Corona.

Penanganan itu sesuai dengan standart yang ditetapkan WHO.
Mahfud MD menegaskan, informasi terkait Virus Corona terpusat di Kementerian Kesehatan.
Sehingga, ia meminta jangan ada Pemerintah Daerah yang melebihkan-lebihkan.
"Informasinya terpusat di Kementerian Kesehatan diharapkan juga Pemerintah jangan terlalu mendramatisir persoalan terutama pemerintah, pemerintah daerah itu," ujar Mahfud MD.
Lalu, ia menyindir Pemerintah Cianjur yang sempat melakukan konferensi pers terkait warganya yang meninggal akibat suspect Virus Corona.
• Komentarnya soal Corona Tuai Sorotan, Aming Disebut Cari Panggung: Gue Udah Bukan Pengin Terkenal
Padahal pasien tersebut meninggal negatif Virus Corona.
"Ada sesuatu yang belum jelas konferensi pers Corona seperti di Cianjur itu."
"Tadi katanya Corona mengkhawatirkan baru diumumkan ternyata itu enggak ada infeksi Corona, baru disiarkan di TV barusan," singgung Mahfud MD.
Sehingga, Menteri yang juga Pakar Tata Hukum Negara ini meminta agar pemerintah daerah tidak membuat pernyataan yang bisa menakutkan warganya.
"Oleh sebab itu setiap daerah itu supaya membuat tenang, tidak membuat situasi seperti menakutkan ya biasa-biasa saja," imbau dia.
(TribunWow.com/Mariah Gipty)