Virus Corona
Media Internasional Khawatir Indonesia Belum Ada Virus Corona, Ahli Covid-19: Kenapa Harus Muncul?
Professor C.A Nidom angkat suara Media Internasional yang memberitakan mengapa Indonesia justru belum melaporkan kasus positif Virus Corona.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Claudia Noventa
"Makanya saya bilang ini panik, kalau Jokowi ini misalkan bilang Indonesia ini aman-aman saja konteksnya dalam corona virus, covid-19."
"Tapi seluruh dunia bilang enggak, emang kita katak di bawah tempurung," kata Syahganda.
Menurutnya, zaman dulu masyarakat bisa percaya begitu saja apa yang diungkapkan pemerintah.
Namun dengan perkembangan teknologi dan informasi, maka masyarakat tidak akan begitu saja percaya.
"Zaman dulu bisa. Zaman rezim otoriter rakyat itu informasinya hierarki, orang pasti tau dari Bupati, Gubernur, sekarang enggak, sekarang orang punya internet."
"Jokowi bilang aman, rakyatnya googling oh kata Harvard University 'Oh tidak mungkin secara statistik Indonesia tidak ada yang kena Corona Virus," ujarnya.
• Belum Ada Virus Corona di Indonesia, Ahli Kesehatan Hermawan Saputra: Jangan sampai seperti Korsel
Pada kesempatan itu, Syahganda juga turut menyinggung Menteri Kesehatan, dr. Agus Terawan.
"Rakyat lebih percaya Harvard University daripada Jokowi dan menterinya yang pernah dipecat IDI (Ikatan Dokter Indonesia) itu kan, si Terawan itu," sindir Syahganda.
Mendengar itu, Pengamat Politik yang juga hadir Rocky Gerung kedapatan tertawa tertahan.
Lalu, Syahganda merasa bingung dengan pemerintah yang justru mendorong investasi.
Padahal, menurutnya hampir semua negara fokus untuk mengatasi dan mencegah penyebaran Virus Corona.
"Kemudian yang kedua mau menjawab soal seperti tadi investasi."
"Seluruh dunia tidak bicara tentang investasi, seluruh dunia kini sedang berbicara bagaimana dia mengisolasi diri," kritiknya.
Lalu, ia membandingkan kebijakan Arab Saudi dan Indonesia terkait Virus Corona.
Syahganda merasa pemerintah Indonesia 'cukup gila' lantaran tetap mendorong pariwisata.

• Dampak Virus Corona, IHSG Anjlok, Perdagangan Hari Ini Ada 330 Saham Merah