Breaking News:

Virus Corona

Dampak Virus Corona, IHSG Anjlok, Perdagangan Hari Ini Ada 330 Saham Merah

Dampak dari penyebaran virus Corona telah merembet ke sektor bisnis dan keuangan secara global. IHSG ditutup turun.

Tribunnews.com
Ilustrasi pergerakan harga saham. IHSG ditutup turun 82,99 poin pada Jumat (28/2/2020) sebagai imbas penyebaran Virus Corona. 

TRIBUNWOW.COM - Dampak Virus Corona tak hanya mengancam kesehatan manusia saja, tetapi juga sektor bisnis dan keuangan global.

Dilansir TribunWow.com dari Forbes, Sabtu (29/2/2020), di Amerika Serikat, saham Dow Jones Industrial merosot 14 persen dan index S&P jatuh hingga 13 persen hanya dalam 2 hari.

Sementara ratusan perusahaan seperti Apple, Nike hingga Starbuck dan Microsoft mengisukan bahwa dampak Virus Corona terhadap sektor keuangan akan bertahan selama beberapa bulan ke depan.

Kisah Para Jemaah Batal Umrah karena Virus Corona, Terlanjur Bikin Syukuran tapi Tak Jadi Pergi

Investor besar Goldman Sachs memprediksi, tidak akan ada pertumbuhan pendapatan secara signifikan selama tahun 2020.

Di sisi lain, Chris Zaccarelli, kepala bagian investasi dari Independent Advisor Alliance mengatakan "Dampak pada sektor ekonomi akan sangat terasa, namun tidak cukup untuk menimbulkan resesi".

Sedangkan di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan akhir pekan ini juga ditutup di zona merah.

Dikutip dari Kompas.com, Sabtu (29/2/2020) , IHSG ditutup turun 82,99 poin (1,5 persen) pada 5452,70, Jumat (28/2/2020).

Pada perdagangan pada Sabtu, terdapat 330 saham merah, 140 saham stagnan, dan hanya 90 saham hijau.

Aliran modal asing mengalami outflow sebesar 26, 2 triliun rupiah.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyatakan bahwa terdapat aliran modal asing yang keluar, terdiri dari Surat berharga Negara (SBN) sebesar Rp 26,2 triliun, dan saham Rp 4,1 triliun sehingga total outflow sebesar Rp 30,8 triliun secara neto.

Ancaman Kim Jong Un jika Virus Corona Menjangkiti Korea Utara

"Lagi-lagi corona virus itu sekarang berdampak pada perilaku investor global, terhadap kepemilikan investasi mereka di berbagai negara," ujar Perry Warjiyo.

"Mereka pada saat ini cenderung jual dulu. Kemudian outflow dulu, kemudian kalau kondisinya membaik, kemudian masuk lagi," sambungnya.

Sementara itu, Deputi Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyebut sektor pariwisata, perdagangan dan investasi akan terkena imbas paling parah akibat wabah Virus Corona.

Menurutnya, Bank Indonesia telah berupaya menanggulangi hal tersebut dengan melakukan intervensi di tiga aspek.

Pertama menjual valas untuk mengendalikan nilai tukar rupiah.

Dampak Virus Corona, Sri Mulyani Kucurkan Rp 3,3 T, Pemda Diminta Tak Tarik Pajak Hotel-Restoran

Kedua, menyetabilkan nilai tukar melalui Domestic Non Deliverable Forward (DNDF).

Dan ketiga, intervensi melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) yang dilepas oleh investor asing.

Destry juga optimis dampak Virus Corona akan dapat dimitigasi, karena pemerintah dan Bank Indonesia akan segera mengupayakan langkah-langkah penanggulangan dan memperbanyak stimulus.

(TribunWow.com/ Noviana)

Tags:
Virus Corona
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved