Virus Corona
Kondisi Pasien Diduga Tertular Virus Corona di RSPI, 21 Orang Negatif, Bagaimana 3 Lainnya?
Sejauh ini, Syahril menuturkan, RSPI Sulianti Saroso telah memeriksa 24 orang yang diduga terinfeksi virus Corona.
Editor: Mohamad Yoenus
"Soal penghentian sementara umrah, kami harap Saudi arif. Indonesia perlu tegas menyatakan Virus Corona belum ada. Indonesia clear and clean jangan ada hoaks," tegasnya saat menjadi narasumber diskusi bertajuk "Mengukur Efek Virus Corona: Siapkah kita?" di Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (29/2/2020).
Lebih lanjut, Ikhsan Qolbu juga menyoroti adanya analisis oleh Universitas di Eropa yang menyatakan Indonesia tidak mungkin tidak terpapar Virus Corona.
Dia merasa analisis itu harus dijawab dengan lugas oleh pemerintah, jangan hanya berasumsi.
"Harus dijawab oleh pemerintah bahwa memang kita clear and clean jangan hanya asumsi. Ini bentuk rahmat Tuhan sama bangsa kita. Indonesia jangan buat sikap yang membuat publik bingung," tambahnya.
Terpisah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan tidak ada pasien penderita Virus Corona di Jakarta.
Hal ini disampaikan Dinas Kesehatan DKI merujuk pada hasil tes laboratorium Litbangkes Kementerian Kesehatan.
Pernyataan ini sekaligus meluruskan informasi yang beredar lewat foto dari salah satu slide paparan Dinkes DKI tentang Kewaspadaan Corona Virus Disease 2019 di Jakarta.
Kepala Dinkes DKI Widyastuti menuturkan informasi yang diberitakan tidak secara benar dan utuh menjelaskan isi paparan.
"Pemeriksaan sampel di Litbangkes Kemenkes RI menunjukkan hasil negatif corona di DKI Jakartan' kata Widyastuti dalam keterangannya, Sabtu (29/2/2020).
• Belum Ada Virus Corona di Indonesia, Ahli Kesehatan Hermawan Saputra: Jangan sampai seperti Korsel
BI optimis
Bank Indonesia (BI) memprediksi ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5 persen hingga 5,4 persen pada 2020 di tengah penyebaran wabah Virus Corona.
Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia IGP Wira Kusuma mengatakan, kemungkinan mencapai batas atas proyeksi pertumbuhan ekonomi masih ada.
"Kita harus optimis, kita revisi jadi 5 persen hingga 5,4 alasannya mayoritas karena Virus Corona. Pemulihannya akan membaik kuartal II," ujarnya di Bandung, Sabtu (29/2/2020).
Selain itu, BI juga memperkirakan perekonomian dunia juga akan meningkat mulai dari kuartal II ke kuartal IV didorong pemulihan dampak Virus Corona di China.
Sementara dari sisi domestik, BI sudah menurunkan suku bunga 25 basis poin tahun ini menjadi 4,75 persen dan pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan mendorong perekonomian.