Virus Corona

Jokowi Minta Rakyat Tak Desak Pemerintah soal Pemulangan WNI yang Berada di Kapal Diamond Princess

Jokowi meminta pemerintah tak didesak untuk segera mengevakuasi WNI di Kapal Diamond Princess yang kini berada di Yokohama, Jepang.

AFP/CHARLY TRIBALLEAU melalui Kompas.com
Seorang pria bermasker menelepon dengan latar belakang kapal pesiar Diamond Princess yang di dalamnya terdapat penumpang yang menjalani karantina, di Terminal Daikoku Pier Cruise di Yokohama, Jepang, Rabu (19/2/2020). Setidaknya 500 penumpang diizinkan keluar setelah dikarantina selama 14 hari, menyusul kabar terdapat 542 penularan positif corona di dalam kapal tersebut. 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pemerintah tak didesak untuk segera mengevakuasi WNI di Kapal Diamond Princess yang kini berada di Yokohama, Jepang.

Untuk diketahui, kapal tersebut menjadi epicentrum baru penyebaran Virus Corona.

Jokowi mengatakan, keputusan terkait evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess harus diambil setepat mungkin.

"Hati-hati, berhitung dalam menyelesaikan ini. Tidak bisa kita didesak-desak. Tidak bisa kita tergesa-gesa. Endak. Harus tepat. Seperti di Natuna yang kemarin," ujar Jokowi di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Ia tak ingin evakuasi WNI dari Jepang malah mebawa dampak negatif bagi 267 juta WNI di Indonesia akibat perhitungannya tidak matang.

Video Menteri Iran Berkali-kali Usap Keringat saat Konferensi Pers, Ternyata Terinfeksi Virus Corona

Karena itu, Jokowi memastikan pemerintah terus mematangkan rencana evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess.

Ia mengatakan, saat ini pemerintah terlebih dahulu menyelesaikan proses evakuasi 188 WNI yang ada di Kapal World Dream.

Proses evakuasi 188 WNI di Kapal World Dream yang juga disebabkan oleh penyebaran Virus Corona di sana berlangsung Rabu (26/2/2020) siang ini.

Mereka akan diangkut dari Selat Durian, Riau, dengan KRI Suharso menuju Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta, untuk diobservasi.

"Sekali lagi, ini masalahnya sudah menjalar ke banyak negara. Dari yang dulu Wuhan, Tiongkok, kemudian masuk ke Korea juga, kemudian ada epicentrum di kapal di Jepang. Kemudian ini ada di Iran, ada di Italia. Semuanya keputusan harus hati-hati," ujar Jokowi.

"Tidak boleh tergesa-gesa. Kita memiliki 267 juta penduduk Indonesia yang juga harus dihitung dikalkulasi semuanya. Hati-hati. Saya selalu pesan pada Menko, pada menteri, hati-hati memutuskan," lanjut dia.

Dinkes Bali Sebut Warga Jepang yang Positif Virus Corona Sempat Menginap di Denpasar

Diberitakan, 69 kru kapal pesiar Diamond Princess di Yokohama, Jepang, meminta kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk melakukan evakuasi.

Mereka berharap pemerintah menjemput tidak menggunakan kapal laut karena akan memakan waktu dua pekan perjalanan.

"Kepada Pak Presiden Jokowi yang terhormat, kami yang berada di Diamond Princess di Yokohama sudah sangat takut, ibaratnya dibunuh pelan-pelan," ungkap seorang kru kapal. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "WNI di Kapal Diamond Princess Belum Dievakuasi, Jokowi: Pemerintah Jangan Didesak-desak".

Ikuti kami di
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved