Breaking News:

Terkini Nasional

Peneliti Donal Fariz Minta Korlap 212 Damai Hari Lubis Tidak Menuduh Tanpa Bukti

Perdebatan terjadi antara Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz dengan Koordinator Lapangan (Korlap) 212, Damai Hari Lubis.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Mohamad Yoenus
Capture YouTube Talk Show Tv One
Perdebatan terjadi antara Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz dengan Koordinator Lapangan (Korlap) 212, Damai Hari Lubis. 

"Jika tidak justru gerakan yang positif tadi mendorong kasus korupsi akan menimbulkan interpretasi yang beragam," kritik Donal

Namun, Damai Hari Lubis bersikeras bahwa pihaknya memiliki bukti.

Damai Hari Lubis mengatakan, bahwa bukti itu didapat dari petugas Pemilu.

Selain itu menurutnya, setiap warga berha berperan dalam pengentasan korupsi.

"Pembuktian itu justru berasal dari petugas mencarinya, kita meminta menagih sudah banyak peristiwa korupsi ini," ujar Damai Lubis.

"Enggak pak," sela Donal.

"Dan ingat peran masyarakat itu setiap saat bahkan dapat hadiah yang ikut dan itu suatu kewajiban hukum positif ada dalam undang-undang korupsi pasal 41," lanjut Damai Lubis.

Damai Lubis mengatakan, peran masyarakat dalam pemberantasan korupsi itu sudah tercantum dalam undang-undang.

Namun menurutnya, sosialisasi soal masyarakat bisa berperan dalam pembarantasan korupsi masih kurang.

 Donal Fariz ICW Dukung 212 tapi Kritik Jangan Tuduh Orang Sembarangan: Nanti Belepotan Sendiri

"Peran masyarakat, masyarakat boleh membantu ini publikasinya kurang ada PP 68 tahun 98, PP 71 terakhir diperbaiki lagi oleh Pak Jokowi 43 2018."

"Masyarakat mendapat reward ini peran masyarakat kalau saya bilang hukum positif karena PP tersebut merujuk kepada undang-undang, tiap undang-undang ada peran masyarakat di dalamnya, ini masyarakat publikasinya kurang," jelasnya.

Damai Lubis menilai, jika masyarakat menyampaikan tindak korupsi lalu malah disebut fitnah maka menurutnya akan kembali ke zaman orde baru.

Menurutnya, bukti tidak harus disampaikan secara langsung.

"Ya masyarakat ini kita semua ini individu atau kelompok LSM, yayasan jadi mana buktinya kembali pada orde baru, jadi fitnah, karena masyarakat karena tidak bisa masyarakat menyatakan ini korupsi."

"Ya tentu saja enggak bisa buktiin hari itu karena butuh pembelaan butuh berkas," katanya.

 Berapi-api, Emak-emak Keluhkan Harga Cabe dalam Orasi 212: Sri Mulyani Kita Ini Kebingungan

Sehingga, ia menilai Donal Fariz bukan orang yang benar dan menuduh membuat masyarakat lemah untuk menyampaikan tindak korupsi.

"Ini enggak benar ini, bikin orang lemah harus tau bukti dulu ya kembali pada zaman orde baru," ujarnya sambil menunjuk-nunjuk Donal.

Dikatakan demikian, Donald hanya tersenyum.

Lihat videonya mulai menit ke-2:50:

(TribunWow.com/Mariah Gipty)

Halaman 2/2
Tags:
Tito KarnavianMuhammad HarisSusilo Bambang Yudhoyono (SBY)Partai Demokrat
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved