Breaking News:

Kabar Tokoh

Biasa Terlihat Garang, Wali Kota Risma Menangis Ungkap Rahasia 'Obat Penenangnya': Saya Sedih

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengungkap 'obat penenang' dalam menjalani hari-harinya sebagai pemimpin.

YouTube KompasTV
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengungkap 'obat penenang' dalam menjalani hari-harinya sebagai pemimpin. 

Ditanya demikian, Risma mengatakan tidak haknya untuk memilih.

 Di Sidang DPR, Politikus PKS Sebut Hukum Masih Tebang Pilih, Bandingkan Kasus Anies dan Risma

"Kalau diberikan amanah untuk melayani publik amanah seperti apa yang akan ibu iyakan diboyong ke Jakarta atau bergabung dengan Kabinet Jokowi," tanya Rosi dikutip dari channel YouTube Kompas TV.

"Saya tidak berhak untuk memilih jabatan itu, karena itu bagi saya adalah amanah," jawabnya.

Bahkan, Risma merasa takut jika mendapat jabatan baru.

Pasalnya, tanggung jawab yang diemban bukanlah hal kecil.

"Karena kalau di jabatan politik, menteri apa namanya Gubernur, Wali Kota, Bupati itu punya tanggung jawab ke masyarakat."

"Bukan sekedar menjabat, saya takut. Makanya saya tidak berhak untuk meminta karena itu berat " ungkapnya.

Lalu, Wali Kota yang juga seorang Politikus PDIP ini juga mengatakan bahwa selama ini ia sering meminta bawahannya untuk mencari orang kesusahan.

 Bandingkan Kasus Ade Armando dan Penghinaan Risma, Politisi PKS: Colek Sedikit Langsung Laporan

"Karena saya selalu katakan pada Kepala Dinas, Camat, sama Lurah."

"Tolong cari Warga Surabaya yang dia susah karena dia sakit atau dia enggak bisa sekolah, atau dia enggak punya pekerjaan, apapun tolong dicari," ceritanya.

Risma melakukan demikian sebagai bentuk tanggung jawabnya di akhirat.

"Jadi nanti kalau saya ditanya di akhirat sana, kalau saya ditanya Risma kamu dulu jadi Wali Kota ada wargamu enggak bisa makan," lanjut Risma.

Namun, tugasnya mengelola Surabaya bukan tanggung jawabnya seorang.

"Saya sampaikan malaikat mohon maaf, saya kan enggak bisa sendiri, ada Kepala Dinas, ada Camat, ada Lurah tolong ditanya juga mereka. Sudah perintahkan mereka juga kok untuk cari itu," kata dia.

Menurut pengakuaanya, bawahannya juga sering merasa takut ketika disinggung masalah akhirat.

"Ini betul dan mereka takut, mereka cari, kalau ada sama-sama takutnya gitu."

"Kan enggak bisa semua saya handle wong yang digaji juga semua," ungkap wanita 58 tahun tersebut. (TribunWow.com/Mariah Gipty)

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved