Virus Corona
Peneliti Harvard Sebut Indonesia Tak Mampu Deteksi Virus Corona, Menkes: Itu Namanya Menghina
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto angkat bicara soal peneliti Harvard yang khawatir belum adanya kasus virus corona di Indonesia.
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Mengingat virus corona atau novel coronavirus penyebaranya tidak terdeteksi.
Hal ini pula yang membuat para peneliti merasa khawatir.
"Indonesia melaporkan nol kasus, tapi mungkin sebenarnya sudah ada beberapa kasus yang tak terdeteksi," ujar ahli epidemiologi Marc Lipsitch dari Harvard TH Chan School of Public Health, yang dikutip dari Kompas.com.
"Sementara Thailand melaporkan 25 kasus, saya pikir sebenarnya lebih banyak dari itu," imbuhnya.
Update Virus Corona

Dikutip dari Tribunnews, Sejak mewabahnya virus corona, hingga Selasa (11/2/2020) pukul 16.30 WIB, virus yang muncul pertama kali di Kota Wuhan China ini telah menewaskan 1013 orang.
Virus corona juga menyebabkan 43.173 orang terinfeksi.
Sementara itu, ada 4043 orang dinyatakan sembuh dari virus corona.
Sejak pertama kali diumumkan pada 31 Desember 2019, virus ini telah menyebar hingga ke 28 negara.
Ke 28 negara tersebut, yakni China, Jepang, Thailand, Singapura, Hong Kong, Australia, Korea Selatan, Taiwan.
Jerman, Amerika Serikat, Malaysia, Makau, Perancis, Vietnam, Kanada, Uni Emirat Arab, Italia, Rusia.
Inggris, Nepal, Kamboja, Spanyol, Piliphina, Finlandia, Swedia, India, Sri Lanka, dan Belgia.
Terbaru, negara Belgia mengonfirmasi kasus virus corona pertamanya. (*)
(Tribunnews.com/Isnaya Helmi Rahma/Arif Fajar, Kompas.com/Deti Mega Purnamasari/Gloria Setyvani Putri/Ihsanuddin)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Peneliti Harvard Menduga Indonesia Tak Mampu Deteksi Virus Corona, Kemenkes: Itu Namanya Menghina".