Breaking News:

Virus Corona

Berstatus Bebas Virus Corona, Indonesia Malah Jadi Perhatian Dunia, WHO Minta Siapkan Fasilitas

Indonesia dikabarkan masih berstatus bebas virus corona. Itu merupakan kabar baik mengingat kasus virus corona telah menyebar ke beberapa negara dunia

Editor: Claudia Noventa
YouTube South China Morning Post
ILUSTRASI - WHO minta Indonesia siapkan fasilatas meski berstatus bebas dari Virus Corona. 

Sebaliknya, otoritas medis hanya mengandalkan tes pan-coronavirus yang secara positif dapat mengidentifikasi semua virus dalam keluarga corona seperti, flu, MERS, dan SARS.

Pengurutan gen itu kemudian diperlukan untuk menguji secara postif tentang virus ini, dan seluruh prosesnya memakan waktu hingga lima hari.

Dr Paranietharan mengatakan "kami (WHO) prihatin, Indonesia belum melaporkan satu pun kasus yang dikonfirmasi di negara berpenduduk hampir 270 juta orang ini."

"Tetapi kami telah diyakinkan oleh otoritas terkait bahwa pengujian laboratorium telah bekerja dengan baik," tambahnya.

WNI yang Terjangkit Virus Corona di Singapura dalam Kondisi Stabil, Pemerintah Tak Tanggung Biaya

Lebih dari 2 juta turis Tiongkok mengunjungi Indonesia pada tahun 2019.

Negara-negara tetangga termasuk Australia, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Kamboja dan Filipina semuanya telah mencatat kasus-kasus baru.

Larangan penerbangan antara Cina dan Indonesia baru mulai berlaku pada hari Rabu (29/1), mendorong kekhawatiran tentang dampak ekonomi terhadap ekonomi Indonesia.

Pada awal pekan ini, Indonesia membawa 242 warga negaranya dari Wuhan, pusat virus, ke Kepulauan Natuna yang terpencil di mana mereka akan dikarantina selama dua minggu.

Warga negara Indonesia yang tinggal di Singapura dipastikan mengidap virus itu pada hari Selasa (4/2).

Unair Temukan Alat Pendeteksi Akurat 99 Persen

Universitas Airlangga (Unair) Surabaya bekerjasama dengan Kobe University untuk membuat alat pendeteksi Virus Corona.

Unair mengklaim alat tersebut bisa mendeteksi Virus Corona dengan tingkat akurasi 99 persen.

Rektor Unair Muhamad Nasih menyebut alat itu bsia mendeteksi Virus Corona hanya dalam beberapa jam saja.

"Tidak butuh waktu lama dalam mengidentifikasi Virus Corona dengan alat tersebut, hanya butuh beberapa jam saja dengan mendeteksi sampel dahak pasien," kata Muhamad Nasih saat dikonfirmasi, Selasa (4/2/2020).

Menurut Nasih, di Indonesia hanya ada dua lembaga yang mempunyai alat tersebut.

Selain Unair, juga Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Kesehatan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Virus CoronaWorld Health Organization (WHO)IndonesiaWuhanChina
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved