Breaking News:

Virus Corona

Kisah Dokter di Wuhan Tangani Pasien Virus Corona, Ingin Ditikam hingga Pakaian Pelindung Dirobek

Dokter dan perawat di Wuhan hingga kini mempertaruhkan hidup mereka untuk menangani pasien terjangkit virus corona.

Editor: Ananda Putri Octaviani
YouTube South China Morning Post
Warga Wuhan mencari pertolongan medis untuk mengantisipasi wabah Virus Corona, Minggu (26/1/2020) 

“Dokter dan perawat bekerja tanpa henti, bahkan shift tengah malam benar-benar penuh."

"Kami dikelilingi oleh pasien yang batuk di sepanjang malam,” ungkapnya.

Bantuan tenaga medis dari Beijing

Beijing telah mengerahkan lebih dari 6.000 tenaga medis untuk membantu para dokter dan perawat yang kelelahan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei.

Tentara China, angkatan laut dan angkatan udara juga telah mengirim dokter untuk memperkuat tiga rumah sakit utama yang merawat pasien corona.

500.000 staf medis di Hubei sudah membatalkan liburan Tahun Baru Imlek mereka.

Menkes Terawan Yakin Indonesia Aman dari Virus Corona: Selama Ini Kan Kita Tenang

Hal itu karena dari 60 persen virus corona yang terkonfirmasi, 95 persen kematiannya terjadi di Hubai.

Sebabnya beberapa rumah sakit di Wuhan mencapai titik puncak kedatangan para pasien.

Seorang dokter tentara mengatakan tersedia beberapa cadangan, tetapi rumah sakit masih kekurangan staf.

“Terlalu banyak pasien yang perlu dirawat, terlalu banyak tes yang harus dilakukan, semua orang sibuk."

"Tetapi dengan tim kami di sana, setidaknya kawan-kawan Wuhan dapat tidur satu atau dua jam lagi,” kata sang dokter yang enggan menyebutkan nama.

(Tribunnews.com/Maliana)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cerita Dokter di Wuhan Tangani Pasien Virus Corona, Dipukuli hingga Pakaian Pelindungnya Dirobek

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
WuhanVirus CoronaCoronaChina
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved