Lina Mantan Sule Meninggal Dunia
Laporan Rizky Febian Tak Terbukti, Ini Kata Dokter Forensik soal Lebam di Tubuh Lina: Itu Normal
Ikut menjelaskan hasil autopsi Lina Jubaedah, dokter forensik mengurai fakta soal penyebab kematian mantan istri Sule tersebut.
Editor: Atri Wahyu Mukti
Lebih lanjut, pihak kepolisian pun mengungkap soal penyakit yang menjadi penyebab kematian Lina.
Polisi mengungkap ada tiga penyakit yakni hipertensi, batu di empedu dan tukak lambung.
"Pada pemeriksaan organ dalam. Ditemukan adanya gambaran penyakit darah tinggi yang kronis, hipertensi, batu pada saluran empedu, dan tukak lambung yang luas," ungkap Kabid Humas Polrestabes Bandung.
Selain itu, untuk pemeriksaan racun di tubuh jenazah, polisi tidak menemukan adanya dugaan tersebut pada hasil autopsi Lina.
"Pada pemeriksaan toksikologi, tidak ditemukan adanya zat beracun pada sampel dari korban. Sebagai kesimpulan," ujarnya.
Karenanya, polisi menyimpulkan bahwa tidak ada kekerasan maupun racun di hasil autopsi Lina.
"Kematian saudari Lina Jubaedah bukan karena adanya kekerasan maupun racun di dalam tubuh saudari Lina Jubaedah. Akan tetapi akibat penyakit yaitu adanya gambaran penyakit hipertensi yagn kronis, adanya tukak lambung atau luka pada selaput" ucapnya.
Berkaca pada hasil tersebut, polisi pun mengurai hasil autopsi Lina dan dugaan yang disangkakan oleh Rizky Febian.
• Pernyataan Lengkap Kepolisian terkait Hasil Autopsi Kematian Lina yang Dinilai Janggal

Bahwa tidak terbukti adanya tindak pidana pada kematian Lina.
"Tidak terbukti, dengan peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana. Peristiwa yang dilaporkan bukan merupakan tindak pidana," ungkapnya.
Kesimpulan final dari polisi soal penyebab kematian Lina lantas ikut mengulas kembali kecurigaan yang sempat disampaikan Rizky Febian.
Yaitu soal lebam yang konon dilihat Rizky Febian di jenazah Lina.
Berkaca pada kecurigaan tersebut, dokter forensik yang mengungkap hasil autopsi Lina itu pun menjelaskan soal lebam.
Menurutnya, ada pemahaman yang keliru terkait pengertian lebam dan memar.
"Hal yang paling penting dari kasus ini sebenarnya adalah pemahaman yang salah tentang lebam. Mungkin dipikir kalau lebam ini diakibatkan oleh kekerasan," ungkap dokter forensik.
Lebih lanjut, dokter forensik pun mengurai soal perbedaan memar dan lebam.
Menurut sang dokter, lebam adalah hal wajar yang terjadi pada mayat.