Terkini Internasional
Pengakuan Wanita Korban Pelecehan Seksual di Pusat Pengobatan Tradisional Ayahuasca, Sebut Mantra
Pusat pengobatan tradisional dengan menggunakan tumbuhan asli Amazon, yang dikenal dengan nama ayahuasca menarik banyak pasien dan juga turis.
Editor: Lailatun Niqmah
"Guillermo datang dan duduk di samping saya, ada perasaan lega karena saya merasa akan mendapatkan bantuan," ceritanya.
Ia kemudian mengungkapkan sang dukun mulai mencabulinya.
Yang Anna ingat adalah "tidak percaya (apa yang dilakukan dukun) dan bingung."
Anna perlu waktu enam tahun untuk bisa menyuarakan apa yang terjadi padanya.
"Perempuan disyaratkan untuk menerima perlakukan seperti ini. Bagi saya, yang mengalami kecanduan dan mengalami hubungan tak baik dengan pria, serta sejarah pelecehan seksual pada masa kecil, merasa ada kesamaan dengan pengalaman saya."
Risiko dan manfaat?
Studi ilmiah awal menunjukkan ayahuasca memiliki manfaat pengobatan dan mengandung DMT, bahan yang ilegal di Inggris serta memiliki risiko.
Laporan 2015 menemukan enam sukarelawan yang mengalami depresi menunjukkan gejala yang semakin buruk setelah menenggak cairan tradisional ini.
Studi terpisah dua tahun kemudian menunjukkan, obat tradisional dapat membantu orang yang mengalami gangguan makan. Psikolog juga menyebutkan obat tradisional ini mungkin dapat membantu orang yang mengalami gangguan trauma.
Kementerian Luar Negeri Inggris memperingatkan bahwa sejumlah orang mengalami "sakit parah dan kematian dalam sejumlah kasus" setelah terlibat dalam upacara ayahuasca.
Kemenlu menyatakan sebagian pusat pengobatan ini jauh dari perumahan penduduk dan sebagian tidak memiliki fasilitas medis.
Satu kelompok yang menyebut diri komunitas kesadaran akan Ayahuasca di Kanada, Ayahuasca Community Awareness Canada - dengan anggota termasuk akademisi - menandatangani surat tentang tingkah laku Arévalo's behaviour dan diedarkan di pusat-pusat pengobatan.
Surat ini menyebutkan mereka mengambil langkah ini karena banyak yang mengeluh tentang perilaku sang dukun serta menyebut laporan pelecehan seksual dan hubungan seks yang dilakukan bukan atas dasar suka sama suka.
Ketika orang yang menandatangani semakin banyak dan surat itu dikeluarkan untuk umum, Arévalo menghentikan kunjungan ke Kanada untuk memimpin upacara.
Saat BBC melacak keberadaannya, Arévalo masih aktif di penjuru dunia dan saat ini tinggal di Peru.
Pusat pengobatan itu dulu bernama Anaconda dan saat kami berada di sana namanya berubah m enjadi Bena Shinan.
Ada sejumlah turis asing yang duduk berkeliling di satu ruang makan di belakang kami.
Kami tanyakan tuduhan pelecehan seksual kepada Arévalo, pria berusia 71 tahun dengan gigi perak dan emas.
"Saya tidak menerima tuduhan itu karena itu tidak benar," katanya tegas. "Terkadang orang membayangkan yang tidak-tidak."
Ia mengatakan ia mendengar surat dari anggota komunitas ayahuasca namun tak pernah membacanya.
"Tuduhan itu tidak benar. Tidak mengganggu saya dant tuduhan itu tidak akan membunuh saya," katanya.
Tuduhan itu, katanya lagi adalah "imajinasi orang yang lagi tak sehat."
"Bila kamu menyentuh orang yang pernah dilecehkan atau diperkosa, mereka merasakan seolah pengalaman yang sama. Itu yang saya kira terjadi."
Kami menyebut tuduhan dari Anna dan ia mengatakan tidak ingat menyentuh pasien dalam upacara di Kanada.
Namun Anna menyatakan,"Apalagi yang bisa dia lakukan selain menyanggah."
Bagaimana dengan klaimnya bahwa Anna membayangkan serangan seksual?
"Sangat mengejutkan," kata Anna.
Walaupun Arévalo menyanggah mencabuli siapapun, ia mengakui bahwa dukun-dukun yang menjadi anak buahnya berhubungan seks dengan "orang-orang yang tak sehat."
Ia mengatakan ia tak lagi bekerja dengan dukun-dukun itu dan pada sejumlah kasus para pasien lah yang menginginkan hubungan seks.
"Perempuan barat yang datang juga mencari para dukun," katanya.
Pengalaman Anna dicabuli tidak berakhir dengan Guillermo Arévalo.
Walaupun ada pengalaman pahit, ia masih mencari ramuan itu melalui dukun-dukun lain.
Ia mengatakan pada 2014 diperkosa dalam upacara ayahuasca di Peru oleh dukun yang merupakan saudara Arévalo.
"Dia perkosa saya mungkin empat atau lima kali dan saya perhatikan dia melakukannya juga ke orang lain."
"Ia mengatakan ia ingin mengajarkan 'cinta magis'. Dan berhubungan seks dengan dia akan meningkatkan kekuatan dan energi. Ini semua yang telah dilaporkan kepada kami seperti yang dijelaskan kepada perempuan-perempuan itu."
• Mian Tiara Mengaku Dilecehkan Artis Senior, Sejumlah Selebriti Beri Dukungan: Ikut Emosi Gua
Namun Rebekah dan Anna mengatakan mereka berani berbicara karena mereka berharap bahwa langkah itu akan mencegah perempuan lain mengalami pelecehan serupa.
"Saya rasa satu-satunya hal yang dapat kami lakukan adalah tetap berbicara dan mengangkat kasus ini," kata Rebekah.
Rebekah mengatakan setelah ia dilecehkan, ia menjalani "banyak terapi" dan "sangat sedih".
Ia tidak percaya lagi dengan para dukun namun ia tetap kembali ke Peru, untuk mencari data ayahuasca tentang riset untuk gelar masternya.
"Dengan apapun yang terjadi, ayahuasca tetap bagus," kata Rebekah sambil tertawa, "saya tetap kembali ke pusat pengobatan itu."
(BBC News/Simon Maybin/Josephine Casserly)
Artikel ini telah tayang di BBC Indonesia dengan judul "'Dukun mencabuli saya', kisah perempuan-perempuan yang mengalami pelecehan seksual di pusat pengobatan tradisional"