Komisioner KPU Terjaring OTT KPK
ICW Laporkan Yasonna Laoly, Tim Hukum PDIP Minta Simpati Rakyat: Pemenang Pemilu Dibuat Babak Belur
Koordinator Tim Hukum PDI Perjuangan (PDIP), I Wayan Sudirta meminta simpati masyarakat atas tindakan KPK yang dinilai sewenang-wenang.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
"Kasus yang terjadi dugaan penyuap terhadap pimpinan KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang diduga dilakukan oleh Harun Masiku."
Selain itu, Donal juga menilai kasus Harun Masiku ini bukanlah perkara yang rumit.
"Karena bukan case building dibangun dari bawah," ucap Donal.
"Kasusnya adalah kasus sederhana, pembuktiannya mudah sesungguhnya. Ada pemberi dan ada penerima."
• Anggap Pimpinan KPK dan Yasonna Tebar Hoax soal Harun Masiku, Ini Alasan ICW Cuma Laporkan Menkumham
Namun, Donal menilai keberadaan PDIP di belakang Harun Masiku menyebabkan kasus suap ini semakin sulit dibongkar.
Donal menduga adanya ketakutan KPK mengungkap kasus yang melibatkan kader PDIP ini.
"Tetapi aktor yang diduga terlibat orang besar, melibatkan partai besar," ujarnya.
"Akhirnya kemudian kasus ini menjadi rumit dari sisi politiknya, bukan dari sisi penegakan hukum."
Donal menambahkan, kasus Harun Masiku ini melibatkan konflik kepentingan sejumlah pihak.
Ia pun menyinggung nama Menkumham, Yasonna Laoly.
"Apalagi kemudian kita lihat begitu banyak pihak yang punya konflik kepentingan di dalam kasus ini," kata Donal.
"Satu, misalkan saja posisi Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly."
Selain menjabat sebagai menteri, Yasonna Laoly kini juga menjadi petinggi di partai berlambang kepala banteng itu.
"Kader PDIP, kemudian juga Ketua Bidang Hukum DPP PDI Perjuangan," ujarnya.
"Kita ketahui bahwa direktorat jenderal imigrasi itu secara struktural di bawah Kementerian Hukum dan HAM."