Terkini Nasional
Jawaban Yasonna Laoly terkait Data Hubungan Kriminalitas dan Tanjung Priok: Google Aja Lah
Yasonna Laoly mengatakan sudah banyak penelitian yang menunjukkan keterkaitan antara kemiskinan dengan tingkat kriminalitas
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Yasonna Laoly memberikan jawabannya terkait data pendukung di balik pernyataannya bahwa angka kriminalitas memiliki hubungan dengan wilayah miskin, yang ia contohkan di Tanjung Priok.
Yasonna mengatakan sudah ada banyak penelitan yang membuktikan hal tersebut di internet.
Selain itu ia juga mengungkit disertasi miliknya yang membahas masalah sosial dan hubungannya terhadap kriminalitas.
• Cara Yasonna Laoly Buktikan Kaitan Kriminalitas dan Tanjung Priok: Kasih Saya 2 Bayi yang Baru Lahir
Dikutip TribunWow.com dari kanal YouTube BeritaSatu, Selasa (21/1/2020), mulanya Yasonna menunjukkan referensi yang ia punya berasal dari sumber-sumber yang kredibel.
Ia menunjukkan beberapa literatur di ruang kerjanya yang membahas soal kejahatan.
"Sekarang buku saya ini bahasa Inggris semua, hasil-hasil riset tentang crimes (kejahatan) itu banyak, banyak sekali," kata Yasonna.
Setelah menunjukkan literatur yang ia miliki, dirinya menyarankan agar orang-orang yang meragukan pernyataannya dapat menemukan banyak hasil penelitian di internet yang membahas kaitan kemiskinan dan kriminalitas.
"Ya sudah lah, google (cari di mesin pencari google) saja lah hasil-hasil penelitian," jelas Yasonna.
Ia juga menambahkan selain dari internet dan referensi literatur, disertasi buatannya juga membahas kaitan antara faktor ekonomi dan masalah sosial.
"Bahkan disertasi saya adalah faktor ekonomik, membahas tentang faktor ekonomi," ujar Yasonna.
"Disertasi saya menyangkut penelitian yang mendalam tentang faktor-faktor determinan ekonomi, poverty (kemiskinan), income inequality (kesenjangan pendapatan), kesenjangan pendapatan, pengangguran," paparnya.
Politisi PDIP tersebut mengatakan disertasi miliknya dapat dipercaya dan kredibel.
"Disertasi saya sangat kuantitatif, menggunakan statistik, dan analisis yang lumayan canggih," kata Yasonna.
"Sudah dipertahankan di Profesor saya," tambahnya.
Kemudian Yasonna menyoroti pernyataannya terkait daerah Tanjung Priok melahirkan kriminalitas.
Apa yang ia maksud merujuk pada daerah-daerah kumuh dengan masalah sosial yang banyak rawan meningkatkan angka kriminalitas.
"Penyebutan itu menunjukkan kepada daerah slums (kumuh), penunjukkan itu menujuk di mana slums," ujar Yasonna.
Soroti Citra Buruk Narapidana di Mata Masyarakat
Poin yang berusaha diterangkannya adalah, menunjukkan bahwa manusia tidak terlahir jahat, melainkan menjadi jahat karena faktor lingkungan.
Yasonna meminta masyarakat agar bisa menghilangkan stigma negatif bahwa narapidana memang terlahir jahat.
"You have to understand them (anda harus bisa memahami mereka)," tuturnya.
"Jangan kita langsung mengatakan, anak itu memang narapidana memang jahat dari sananya," tambah Yasonna.
"Crime is a social product (kejahatan adalah produk sosial), karena produk dari kondisi sosial masyarakat, maka saya minta mari kita sebagai masyarakat bersama-sama menanganinya," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Yasonna Laoly melontarkan sebuah pernyataan kontroversial saat menghadiri acara "Resolusi
Pemasyarakatan 2020 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS)" di Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta, Kamis (16/1/2020).
Pada pernyataan tersebut Yasonna menyebut Tanjung Priok adalah daerah yang melahirkan kriminal.
Ia kemudian membandingkan wilayah Tanjung Priok di Jakarta Utara dengan Menteng di Jakarta Pusat.
Kala itu Yasonna menyebut bahwa banyak tindakan kriminal terjadi di Tanjung Priok karena tingkat perekonomiannya yang miskin.
Sedangkan untuk di kawasan pemukiman Menteng, angka tindakan kriminal rendah karena wilayahnya yang makmur.
• Yasonna Laoly Ungkap Makna Pernyataan Kontroversial soal Tanjung Priok, Singgung Citra Narapidana
Lihat videonya di bawah ini mulai menit ke-2.42:
Warga Tanjung Priok Tuntut Yasonna Minta Maaf
Pernyataan kontroversial Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Yasonna Laoly itu pun lantas menuai protes dari warga Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Demonstran mengancam apabila Yasonna tidak meminta maaf atas pernyataannya soal Tanjung Priok melahirkan kriminalitas, massa akan menutup pelabuhan Tanjung Priok.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Rabu (22/1/2020), warga Tanjung Priok melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Kemenkumham, Jalan RA Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).

• Peneliti Pukat UGM: Jokowi Harusnya Tegur Yasonna, tapi Tak Dilakukan karena Sesama Petugas Partai
Orator aksi protes merasa keberatan atas sebutan Yasonna yang menilai Tanjung Priok rawan menghasilkan angka kriminalitas yang tinggi.
"Badan kita kotor, tapi bukan kami bukan kriminal. Banyak tato di badan kami, tapi kami bukan kriminal," kata sang orator.
Sindiran juga dilontarkan terhadap Yasonna.
"Enggak seperti bapak menteri, badan bersih tapi mulut kotor," ucap orator sembari disambut teriakan massa demonstrasi.
Ia kemudian meminta Yasonna untuk meminta maaf dalam kurun waktu 2x24 jam.
Orator tersebut mengancama apabila tidak ada permintaan dari politisi PDIP itu, demonstran dari Tanjung Priok akan kembali membawa masa yang lebih banyak dan menutup pelabuhan Tanjung Priok.
"Menteri Yasonna Laoly harus minta maaf dalam kurun waktu 2x24 jam di media media besar negeri ini," kata salah satu orator saat berada di atas mobil komando, Rabu (22/1/2020).
"Jika tidak, kami akan datang dengan massa lebih besar lagi. Kami akan tutup pelabuhan Tanjung Priok," lanjutnya.
Bachtiar, seorang demonstran yang ikut dalam aksi protes tersebut mengatakan pernyataan Yasonna dinilai
merendahkan martabat warga Tanjung Priok.
"Kami juga punya martabat walaupun lingkungan kami keras. Maka dari itu kami membawa aksi damai," ujar Bahctiar.
• Ikut Bentuk Tim Hukum PDIP Kasus Harun Masiku, Yasonna Laoly Dinilai Rugikan Citra Pemerintah
(TribunWow.com/Anung Malik)