Breaking News:

Viral Keraton Agung Sejagat

Cerita Korban Keraton Agung Sejagat, Diiming-imingi Bayaran Dolar namun Malah Keluarkan Uang Jutaan

Korban Keraton Agung Sejagat, Setyo Eko Pratolo mengaku faktor ekonomi menjadi alasannya bergabung dalam Keraton Agung Sejagat.

Channel Youtube Indonesia Lawyers Club
Satu di antara Korban Keraton Agung Sejagat (KAS), Setyo Eko Pratolo mengungkap kesaksiannya terkait kerajaan baru tersebut. 

TRIBUNWOW.COM - Korban Keraton Agung Sejagat, Setyo Eko Pratolo mengaku faktor ekonomi menjadi alasannya bergabung dalam Keraton Agung Sejagat

Setyo Eko Pratolo mengaku diiming-imingi bayaran dengan nilai dolar jika mau bergabung dalam kerajaaan tersebut. 

Dilansir TribunWow.com, namun bukannya mendapat bayaran, Setyo Eko mengeluarkan banyak uang untuk menjadi anggota Keraton Agung Sejagat.

Hal itu disampaikannya melalui tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (21/1/2020).

Menyesal Pernah Gabung Keraton Agung Sejagat, Korban Ungkap Kini Miliki Utang hingga Dimarahi Istri

Buat Hadirin ILC Terpingkal, Korban Keraton Agung Sejagat: Adanya Masalah Ini Saya Males Pulang

"Kenapa bisa tertarik ikut itu?" tanya Presenter Karni Ilyas.

"Itu awalnya karena ekonomi," jawab Setyo Eko.

Ia menyatakan, kala itu penghasilan yang diperoleh dari pekerjannya sangat sedikit.

Untuk itu, Setyo Eko memutuskan untuk menjadi pengikut Keraton Agung Sejagat.

"Waktu saya menjabat perangkat dulu kan untuk honornya itu minim sekali," ujar Setyo Eko.

Pernyataan Setyo Eko itu pun langsung ditimpali pertanyaan Karni Ilyas.

"Lha Pak Eko dijanjikan apa kalau ikut bersama beliau?," tanya Karni Ilyas.

Menurut Setyo Eko, kala itu dirinya diiming-imingi dengan bayaran dalam kurs dolar.

"Kalau dari awal tapi dengan janji-janjinya kalau nanti bisa berjalan akan mendapat gaji kursnya dolar," kata Setyo Eko.

Lantas, ia menyebut bayaran yang diterima berbeda setiap tingkatan.

Mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

"Waktu itu tingkat desa (Rp) 4 juta sampai (Rp) 7 juta rupiah," ujar Setyo Eko.

"Terus tingkat kecamatan itu sampai (Rp) 25 juta. Terus tingkat kabupaten saya lupa."

Korban Keraton Agung Sejagat, Setyo Eko Pratolo dalam acara Indonesia Lawyers Club, Selasa (21/1/2020).
Korban Keraton Agung Sejagat, Setyo Eko Pratolo dalam acara Indonesia Lawyers Club, Selasa (21/1/2020). (YouTube Indonesia Lawyers Club)

Di ILC, Korban Keraton Agung Sejagat Tolak Pakai Seragamnya Lagi, Karni Ilyas: Pak Eko Sudah Nyesal?

Namun, meskipun diiming-imingi bayaran yang besar, Setyo Eko mengaku belum pernah sekalipun mendapat uang yang dijanjikan.

"Belum pernah sama sekali," kata Setyo Eko.

Ia justru harus membayar sebesar Rp 8,7 juta secara bertahap.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved